يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

QS At -Taubah : 032

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai

Jumat, 29 Juli 2011

Jennifert Fayed, Akhirnya memilih Islam setelah merenungi Tujuan Hidup


Jennifer Fayed | Foto: www.republika.co.id
perkawinannya suram. Ia melihat tak ada ambisi pada suaminya yang pengangguran, yang telah dinikahinya tiga tahun. Ia mendapati dirinya hamil, sementara dua anaknya yang masih kecil belum bisa lepas dari pengawasan.
Jennifer, yang berusia 21 tahun dan masih kuliah, mulai merenungi tujuan hidupnya di dunia. Pikiran itu menggantung di benaknya: “Pasti ada alasan atas keberadaan saya.”
Orang tuanya baru saja pindah ke Republik Dominika, sebuah negara kecil di Karibia. Ia merasa ditinggalkan, kendati punya suami dan dua orang anak. Ini lantaran selama ini ia merasa orang tua lah yang menjadi panutan baginya, yang menjadi dasar bagi siapa dirinya dan akan menjadi siapa ia berjuang.
Kala itu ia sedang tertidur saat mendapat telepon panik dari ibu mertuanya yang berteriak “Ada pesawat jatuh, pesawat jatuh di Manhattan.” Jennifer bertanya bingung, “Apa, apa yang Ibu bicarakan!” Ia menyalakan televisi dan melihat menara kedua World Trade Center (WTC) dihantam pesawat.
“Saya shock! Siapa yang bisa melakukannya, siapa yang sanggup melakukan kekejian ini?” ujar Jennifer. Ia tak percaya apa yang dilihatnya. “Apakah ini mimpi?” Ia berharap ini hanyalah sebuah film. “Ayo katakana ini hanya film,” katanya dalam hati.
Ia baru saja mengunjungi WTC sehari sebelumnya. Ia melihat ini sebagai bukti bahwa belum saatnya dia mati. Ia merasa belum mencapai tujuan dalam hidup. “Saya tak tahu apa tujuan itu, tapi ini bukanlah saatnya bagi saya.”
Hari itu Manhattan dilanda chaos. Jennifer tak tahu hari itu menjadi awal perubahan drastis yang akan terjadi dalam hidupnya.
Tak beberapa lama setelah serangan 11 September, Jennifer terbang mengunjungi orang tuanya di Republik Dominika. Saat itu kehamilannya berusia satu bulan. Suaminya telah mengetahui kehamilannya.
Ia berpikir bagaimana memberi tahu kehamilan ini kepada orang tuanya. Maklum, anak pertamanya adalah hasil hubungan di luar nikah, yang membuatnya terpaksa menikah guna menutupi aib. Well, katanya dalam hati, saya akan memikirkannya di Karibia nanti.
Ia terbang menggunakan American Airlines dengan nomor penerbangan 587. Ia merasa begitu cepat terbang setelah serangan WTC. Keamanan di bandara sangat ketat, dan orang-orang di pesawat berdoa, beberapa bahkan tak lepas berdoa sepanjang penerbangan. “Saya mulai tertawa dalam hati. Jika kami akan mati, maka itu takdir kami.”
Jennifer terus memikirkan kehamilannya. Ia sebenarnya tak ingin kehamilan ini. Selain tak direncanakan, ini berarti mulut ketiga untuk diberi makan, sementara ia sudah kewalahan menghidupi dua orang anak, apalagi tiga.
Ia begitu bingung. Ia menghabiskan waktu bersama orangtuanya mencoba memberitahu mereka tentang jabang bayi. Ia merasa tak sanggup memberi tahu mereka, bahwa putri tertua mereka kembali mengecewakan mereka.
Karenanya, Jennifer memutuskan untuk aborsi dan tak ada yang perlu tahu dirinya hamil. “Solusi yang gampang,” pikirnya dalam hati. Namun, di sisi lain, ia berasal dari keluarga Kristen yang taat, yang memandang aborsi adalah sesuatu yang tabu dan dosa.
Ia kembali ke New York dari Karibia, dan membuat janjian dengan klinik Planned Parenthood untuk mulai melakukan aborsi. Ia bertanya apakah bisa menggunakan pil untuk aborsi ini.
Betapa kecewanya Jennifer bahwa dirinya harus menjalani aborsi penuh karena tenggat untuk melakukan aborsi dengan pil sudah terlewati satu pekan. Ia sangat depresi. “Saya berkata dalam hati, Oh Tuhan, mereka akan mengangkat bayi ini dari perut saya. Apa yang telah saya lakukan?” Ia tak tahu apakah sanggup melalui ini semua.
Ia memutuskan untuk berdoa kepada Tuhan. Namun, tidak menggunakan Rosario atau pergi ke gereja. Untuk pertama kali, ia akan berdoa langsung kepada Tuhan layaknya teman. Ia merasa Tuhan harus menolongnya. Tuhan adalah tumpuan terakhir.
“Saya menangis sambil terus memohon. Oh Tuhan tolonglah, saya tak tahu apa yang harus dilakukan. Saya ingin bayi ini, tapi pernikahan saya sedang guncang, dan kami tak punya uang untuk menghadirkan seorang bayi lagi ke dunia ini. Saya percayakan sepenuhnya kepada Tuhan. Tolonglah, jika Tuhan menghendaki saya memiliki bayi ini, saya akan menerimanya. Dan, jika kehendak Tuhan untuk mengakhiri kehamilan ini, saya juga akan menerimanya.”
“Saya memasrahkan penderitaan ini kepada Tuhan. Tuhan yang saya sembah dengan cara saya sendiri, bukan dengan cara yang diajarkan kepada saya. Tuhan, yang bagi saya tak punya pendamping, tak punya anak, hanya sesuatu yang saya tahu telah menciptakan saya,” kata Jennifer. Ia kehabisan akal memikirkan kehamilannya.
Hari-hari berlalu, Jennifer sedang menyaksikan televisi saat sebuah siaran berita menginterupsi acara. “Oh tidak. Tidak serangan teroris lagi,” katanya. Sebuah pesawat kembali jatuh di New York, kali ini di kawasan Queen, daerah asal Jennifer. Ia khawatir ini kembali ulah teroris. Ia terheran-heran mendengar nomor penerbangan dan tujuan pesawaat tersebut. Pesawat naas itu American Airlines dengan nomor penerbangan 587 tujuan Republik Dominika. Ya, pesawat yang ditumpanginya sepekan lalu. Rasa dingin menjalar di punggungnya.
Jennifer terpaku. Ia membayangkan bisa saja dirinya yang ada dalam pesawat itu. Ia merasa ini pertanda dari Tuhan. Ini bukan pertama kali dalam kurang dari sebulan ia begitu dekat dengan kematian. “Tuhan mencoba mengatakan sesuatu.”
Sepekan setelah permohonannya kepada Tuhan, Jennifer mulai merasakan keram. Keram ini berbeda dengan yang biasa dirasakan pada trimester pertama kehamilan. Ia mengacuhkannya, bukan masalah besar.
Hari berlalu, rasa keram itu semakin parah, dan perdarahan pun mulai terjadi. Ia begitu takut. “Apakah saya keguguran?” Ia bergegas ke rumah sakit dan menjalani istirahat (bed rest) ketat.
Pulang ke rumah, Jennifer masih harus beristirahat di tempat tidur kendati rasa keram mulai berkurang. Saat tertidur, ia merasakan sakit luar biasa. Ia merasakan sesuatu keluar. “Saya tak tahu apa yang harus dilakukan. Saya pergi ke kamar mandi dan menemukan segumpal daging keluar.” Jennifer keguguran di usia kehamilan dua bulan. Saat kembali ke rumah sakit, pihak rumah sakit memastikan ia telah keguguran. Padahal, keesokan harinya, ia dijadwalkan oleh Planned Parenthood untuk menjalani proses aborsi, pada 15 Oktober 2001.
“Ini seakan tidak nyata. Apakah ini keajaiban dari Tuhan? Apakah Tuhan menjawab doa saya. Saya merasa Tuhan memberitahu bahwa kehidupan saya akan berubah. Akan berubah seperti apa? Saya tak tahu. Yang saya tahu, saya harus menyelesaikan kuliah dan saya tidak bisa bertahan lebih lama dengan suami yang tak ingin kerja dan tak punya ambisi dalam hidup.” Jennifer akhirnya memutuskan untuk bercerai dari suami pertamanya.
Di lingkungannya, New York, Jennifer menyaksikan betapa buruknya perlakuan terhadap Muslim. Perlakuan ini terjadi begitu cepat setelah serangan 11 September. Setiap hari selalu ada berita yang melaporkan tentang kejahatan karena kebencian terhadap Muslim. “Sungguh mengerikan. Saya menyaksikan langsung orang-orang pindah berjalan di trotoar seberang jalan hanya karena mengira ada Muslim. Bisnis Muslim sepi. Tak ada yang ingin membeli dari toko Muslim. Di jalan, orang-orang berteriak kepada Muslim, Pergi ke negaramu, Teroris, Taliban!!”
“Mengapa orang-orang mengatakan kata-kata ini kepada orang-orang yang tak bersalah? Saya sepakat pelaku serangan adalah orang yang kejam, tapi kenapa menyalahkan orang-orang yang tak ada hubungannya dengan serangan?”
Dari sinilah muncul ketertarikannya. Jennifer mulai penasaran apa yang diyakini oleh Muslim. Ketertarikannya semakin besar setiap hari. Ia kemudian mendaftar untuk mengikuti sebuah acara di kampus. Di sana ia bertemu Muslim dan melontarkan berbagai pertanyaan tentang Islam. “Mengapa Anda mengenakan jilbab? Siapa yang Anda yakini? Siapa itu Muhammad yang sering Anda bicarakan?”
“Beberapa orang punya jawaban, namun sebagian besar tak tahu bagaimana menjawab pertanyaan saya. Kebanyakan wanita Muslim yang saya tahu tak mengenakan jilbab dan mengatakan ini pilihan, dan mengatakan tak memiliki pengetahuan yang dalam tentang Islam.” Jennifer merasa tak ada orang yang mampu memberikannya jawaban. Sehingga, ia berpaling ke internet untuk mencari jawaban. Di sana lah ia mengetahui tentang Islam.
“Saya tak percaya bahwa Tuhan telah mengutus nabi lainnya setelah Yesus. Saya tahu Tuhan tak akan menciptakan saya dan semua orang di dunia tanpa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kami. Mengapa kami di sini? Mengapa orang-orang selalu mengatakan Tuhan itu tritunggal, dan ini hanya menguatkan apa yang saya percayai sejak berusia 14 tahun bahwa Tuhan itu satu tanpa pendamping.”
“Saya mencari kebenaran atas semua pertanyaan saya dan Islam menjawab semuanya. Muhammad adalah nabi yang luar biasa. Ia adalah nabi terakhir, yang terakhir diutus Tuhan untuk menyampaikan pesan terakhir-Nya kepada kita.”
Jennifer memutuskan untuk menggali lebih jauh tentang Nabi Muhammad. “Apakah ia manusia sungguhan? Apakah dia benar-benar ada?” Jennifer terkejut mengetahui Nabi Muhammad adalah manusia sungguhan. Bukan saja Muhammad adalah seorang nabi yang menyampaikan wahyu, namun seluruh hidupnya telah terdokumentasikan. “Saya takjub, inilah agama saya,” pikirnya. “Keyakinan yang selama bertahun-tahun saya cari, yang disebut Islam,” katanya.
Jennifer mengikuti tarawih Ramadhan pada musim gugur 2002, meski ia belum masuk Islam. Saat itu masjid penuh oleh jamaah. “Tak seperti keuskupan yang hanya dihadiri satu jenis ras atau kebangsaan di sebuah gereja khusus, masjid dipenuhi berbagai orang dari berbagai spektrum. Mereka sangat akrab dan selalu mengatakan Assalamualaikum,” ia mengisahkan. Ia tak tahu apa artinya itu. Ia hanya mengangguk malu.
“Saatnya melaksanakan sholat. Ini sholat pertama saya seperti seorang Muslim,” katanya. Ia sebenarnya tak tahu apa mereka lakukan. Namun, seorang temannya mengatakan ‘ikuti saja apa yang mereka lakukan’. Jadi, itulah yang ia lakukan.
Jennifer berkomat-kamit meniru jamaah lainnya. Ia juga ikut bersujud, tanpa tahu maksud dan alasannya. “Saya menikmatinya. Saya kagum bahwa semua Muslim menghadap Kabah di saat yang sama setiap shalat, tak peduli dari belahan bumi mana mereka berasal. Kami tak punya ini di Kristen, sama sekali tak punya,” paparnya.
Saat itu ia mengenakan jilbab untuk menghormati para jamaah. Ia tak tahu bagaimana cara mengenakan jilbab. Jadi, ia membeli dua helai selendang (scarf) yang ia pasang sekenanya. “Saya merasa anggun dan hangat saat mengenakan jilbab. Saya bisa berjalan di jalanan tanpa dipandang sebagai obyek seksual. Orang-orang memang menatap saya, tapi saya tak peduli.”
Pulang dari masjid pada hari itu, ia bertekad untuk mengenakan jilbab setiap saat. “Orang-orang terus mengatakan bahwa saya tak perlu mengenakan jilbab karena saya bukan seorang Muslim. Saya hanya berkomentar ini keputusan saya dan ini bukan urusan mereka. Saat mengenakan jilbab, ada perasaan aman, perasaan hangat dalam hati, bahwa saya mengikuti perintah Tuhan. Saya tak peduli terhadap tatapan dan komentar negatif dari orang-orang.”
Jennifer merasa belum melakukan cukup. Ia pun melakukan puasa dalam beberapa hari di bulan Ramadhan. Lalu, ia berpikir bagaimana mengatakan ini semua kepada orang tuanya.
Saat orang tuanya datang dari Republik Dominika, Jennifer tengah serius mempertimbangkan untuk mengucap syahadat. “Hanya saja, saya tak tahu bagaimana memberi tahu keluarga saya, terutama ibu saya karena ia sangat cerewet kepada saya. Saya telah mengenakan jilbab, jadi saya tak bisa melepaskannya hanya karena mempertimbangkan perasaan ibu saya, karena kewajiban saya adalah kepada Allah, lalu baru kepada orang tua,” ungkapnya.
Sebagai awal, Jennifer memberitahu adiknya, Catherine, yang lima tahun lebih muda. Ia ingin melihat reaksi Catherine, yang mungkin akan sama dengan reaksi orang tuanya. Ia memanggil Catherine dan berkata, “Hey Catherine, saya melakukan sesuatu.”
Adiknya tak terkejut. Maklum, Jennifer memang biasa melakukan sesuatu di luar norma. “Apa yang kamu lakukan kali ini Jennifer?”
Jennifer mengatakan dirinya sedang mempertimbangkan masuk Islam, dan ia kini telah mengenakan jilbab. Catherine tertawa kencang. “Ia mengatakan kini saya benar-benar telah ‘melakukannya’ dan orang tua kami akan ‘membunuh’ saya. Ia juga mengatakan tak percaya saya kini salah satu dari teroris itu.”
Namun, Catherine segera menyambung kalimatnya, “Kamu kakak saya dan saya menyayangi kamu tak peduli apa agama yang kamu anut.” “Ia juga mengatakan bahwa orang tua kami akan mengamuk,” ujar Jennifer. Tak berhenti di situ, Catherine lantas mengatakan “Jangan beri tahu ayah dan ibu tanpa saya ada di sana, jadi saya bisa mentertawakan kamu.” Jennifer tahu adiknya hanya bercanda.
Jennifer akhirnya memberanikan diri memberi tahu orangtuanya. “Ayah saya bisa menerimanya. Saya pikir kebanyakan pria akan bisa menerimanya jika hal itu berarti sang anak akan menutupi tubuhnya.”
Namun, ibunya sangat marah dan shock. “Dia terus meyakinkan saya bahwa saya salah langkah dan Islam bukan agama yang tepat. Satu yang yang paling memberatkannya adalah saya mengenakan jilbab.”
Butuh dua pekan bagi ibunya untuk kembali tenang. “Tak lama mereka ahirnya bisa menerima. Bagaimanapun, ibu saya terus mengatakan bahwa ini hanyalah sementara, sebuah tahapan, dan saya akan kembali tersadar,” ungkap Jennifer. Sepekan berselang, Jennifer akhirnya memutuskan untuk mengucap syahadat.
Hari itu, Jumat pertama Januari, Jennifer bangun pagi dengan perasaan membuncah. Ini dia hari H, hari dimana ia akan mengucap syahadat. Ia lalu mandi dan mengejar kereta untuk pergi ke masjid guna mengucap syahadat.
Di masjid, ia menemui imam dan mengatakan ingin mengucap syahadat. Sang imam menatapnya dengan senyuman dan mengatakan “Anda yakin, ini yang benar-benar Anda kehendaki?” Dengan semangat Jennifer menjawab “Ya, ya, ini keputusan saya.”
“Maka, di hari itu, seluruh saudara seiman, laki-laki dan perempuan, bergabung untuk menyaksikan saya masuk Islam,” kata Jennifer. “Hari itu, begitu banyak orang mengucap selamat dan mengatakan kepada saya jika saya membutuhkan apa pun, mereka akan membantu saya. Saya begitu beruntung. Di sini lah saya bersama keluarga baru, sebuah keluarga yang anggotanya berasal dari seluruh belahan bumi.”
“Pada Jumat malam itu saat saya tidur, malam pertama saya sebagai Muslim, saya mengalami mimpi terindah, sebuah karunia. Saya berada di sebuah lembah yang dipenuhi rerumputan hijau nan indah. Perbukitannya begitu indah, tak pernah saya lihat sepanjang hidup, dan saya berjalan di sana menuju seorang pria. Dia juga berjalan ke arah saya, dia mengenakan galabiya putih. Wajahnya samar, tak mirip wajah manusia yang sebenarnya, namun terang seperti matahari. Saya merasa begitu hangat dan aman. Dia memegang tangan saya dan kami berjalan bersama ke arah sebuah batu melingkar yang besar. Di batu itu ia duduk dan saya duduk di rumput. Ia kemudian mengatakan kepada saya ‘Selamat datang ke Islam’.”
Saat terbangun, Jennifer merasakan perasaan yang begitu indah dalam hatinya. “Saya pikir inilah Rasul. Ia datang untuk menyambut saya masuk Islam. Saya kemudian mendapati bahwa itu bukan Nabi Muhammad, tapi salah satu malaikat Allah yang telah menyambut saya, karena malaikat tak memiliki wajah manusia, namun wajahnya samar (blur).”
Jennifer merasa sangat spesial sejak hari itu. “Sebuah malaikat, malaikat Allah datang untuk menyambut saya kepada agama Allah, agama saya. Agama yang begitu saya dambakan sejak kecil. Islam adalah agama yang sebenarnya.”
Jennifer Fayed kini menjadi penulis yang tingal di Carolina Utara, AS. Berbagai tulisannya telah menginspirasi banyak orang. Ia memiliki gelar di bisnis pemasaran, dan anggota aktif Muslimah Writers Alliance.

Sumber : http://muslim-mualaf.blogspot.com

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Zakat artinya suci dan tumbuh


K. H. Muhammad Arifin Ilham — Zakat artinya suci dan tumbuh, harta menjadi bersih dan rizkipun tumbuh berlimpah.(QS. At-Taubah [9] :103). Infak artinya pinjaman, Allah meminjam lho padahal semuanya milikNya.(QS. Al-Baqarah [2] : 245). Sedekah artinya jujur, mereka yg bersedekah itu jujur dengan keimannnya pada Allah, "ulaikahumulmu'minuunalhaq" (QS. Al-Anfal [8] : 4). Kalau demikian maknanya berarti kitalah yang butuh beramal, kitalah yang butuh faqir miskin, kitalah yang faqir sebenarnya. Karena semua berkah kembali kepada yang beramal.

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

William Junaedi Sebelumnya Aktif di Forum Penghujat islam tapi Kini akhinya Memilih jadi Mualaf

Semula dari Forum Penghujat Islam, Kini Ia Gabung Grup Mualaf, Facebook                                                                             Bertahun-tahun yang lalu, William Junaedi menganggap semua agama sama, yang membedakan hanyalah nama-nama Nabi sebagai utusan Tuhan. Namun kelak, pandangan itu berubah sepenuhnya ketika ia mulai bergaul dengan internet.

Pada tahun 2008, lelaki berdarah Cina-Betawi itu berhenti dari tempat kerjanya. Ia membeli sebuah komputer dan melanggan internet.

"Ketika sedang menganggur, sehari-hari saya hanya bermain internet. Browsing sana-sini, mencari tahu segala hal yang belum saya ketahui," tutur Wiliam.

Hingga suatu hari ia menemukan satu laman yaitu forum kumpulan orang non-Muslim. Dalam forum itu, mereka menjelek-jelekan agama Islam.

Beberapa minggu William aktif memantau forum tersebut. Isinya hanyalah hujatan dan caci maki terhadap agama Islam. Penghuni forum itu menampilkan diri seolah-olah mengetahui dan paham betul mengenai sejarah Islam, Al-quran beserta hadist yang menurut mereka sangat tidak masuk akal.
Ketika membaca postingan penuh hujatan terhadap Islam, William menggeleng-gelengkan kepala. "Apa benar yang mereka bicarakan? Saya pun menjadi semakin penasaran ingin mengetahui kebenarannya.” lanjut pria berusia 29 tahun itu.

Akal sehat William tak bisa menerima komentar-komentar kasar dari anggota forum yang ia nilai sangat mengintimidasi dan melecehkan. William pun melakukan pencarian. Saat itu ia mendapat info alamat email sebuah live chat perdebatan mengenai Islam. Ternyata di sana jauh lebih parah.

Salah satu admin live chat, tutur William, mengatakan mereka telah menemukan satu hadist yang menceritakan bahwa Nabi dulu pernah melakukan perbuatan asusila terhadap Abu Sofyan saat masih kecil, "Disebutkan pula bahwa Nabi pernah tidur dengan mayat. Kami memperdebatkan itu semua," kata si bungsu dari 5 bersaudara ini.

Satu tahun lebih William mengikuti debat di live chat. Berbarengan dengan itu, toko milik kakaknya bangkrut. William beserta keluarga akhirnya memutuskan kembali ke Jakarta. Berbeda saat memantau forum non-Muslim, kali ini kata-kata di live-chat itu merasuk ke hatinya.

Ketika pindah ke Jakarta, William berada dalam fase ‘kebencian tingkat tinggi’ terhadap Islam. Sampai-sampai ia selalu berdebat dengan kakak iparnya yang Muslim.

“Setiap hari saya mendebat kakak ipar saya, mengapa Islam begini? Mengapa Islam begitu?. Kakak ipar William, menurut dia, sampai terlihat dilema dan kesulitan dengan kelakuannya yang selalu mendebatnya tiada henti.

Namun William berhenti juga mendebatkan Islam dan memilih memelajari Kristen yang sudah lama ia anut. Ia berharap dengan mengetahui Kristen lebih dalam ia dapat menemukan jawaban atas semua kebenaran Tuhan. Tetapi, William mengaku tak mendapat apapun.

“Awalnya saya ingin memperdalam ilmu agama saya, tetapi apa yang saya peroleh? Semua nihil. Saya tidak mendapat jawaban yang masuk akal dari agama saya sebelumnya," ujar William. "Saat membaca alkitab saya hanya merasa seperti membaca novel, tidak ada yang spesial” ungkap William.

Kebimbangan dengan agamanya justru mendorong William mencari tahu Islam lebih lanjut. Dj sisi lain ia juga tertarik dengan Muslimah berjilbab dan mengunduh foto-foto wanita berkerudung serta menyimpannya dalam satu folder. Keisengannya itu ternyata diketahui oleh kakak iparnya.

“Saat itu kakak ipar saya bongkar-bongkar komputer, dia menemukan folder koleksi foto wanita berkerudung yang saya miliki," tutur William. Kontan kakak ipar William pun menanyakan perihal itu kepadanya. "Tapi saat itu saya membantahnya," kenang William

Ketika mengingat forum ‘non-Muslim’, William terbersit untuk mencari forum Muslim. Ia menemukan satu chatt room khusus pemeluk Islam, bernama ‘café Islam’. Di dalam forum itu ia banyak bertanya mengenai agama Islam. Hingga William memutuskan bertemu salah satu anggota chatt room untuk berbagi langsung.

“Berbeda dengan forum non-Muslim yang saya temukan sebelumnya, di ‘café Islam’ tidak ada makian kasar untuk agama non-muslim” cerita William

Pertemuan William dengan salah satu anggota ‘café Islam’ membuatnya terkesan. Anggota itu juga memberikan sebuah buku kepada William, berjudul “Saksikan Aku Sebagai Muslim”.

“Saya senang dengan pertemuan itu, berbincang dengan orang Islam yang membuat saya semakin tertarik dengan Islam," akunya "Ditambah lagi, dia memberikan saya buku. Walaupun pada saat itu saya kebingungan menyimpannya. Karena takut ketahuan orang di rumah” tutur William.

Usai pertemuan itu William kian intens mendalami Islam, hingga muncul keinginan untuk memeluk Islam. Dorongan itu kian kuat ketika ia--yang mulai sering melamun di atas rumahnya--mendengar suara orang mengaji. Di kuping William, suara itu terdengar merdu. Saat itu pula terbesit di benak William untuk berdoa kepada Allah.

“Suara lantunan ayat Al Qur'an itu terdengar sangat berirama dan enak sekali di dengarnya," ungkap William. Ia tak pernah mendengar semacam itu di agamanya." Saya pun langsung berdoa dalam hati ‘ya Tuhan, kalau memang ini Agama yang benar dan merupakan karuniamu tolong dekatkan aku dengan Islam, jika bukan maka jauhkanlah” kenang William

Beberapa waktu setelah itu, William membuat sebuah akun Facebook, di sana ia bergabung dengan group ‘Mualaf Indonesia’. Lagi-lagi ia banyak menanyakan mengenai Islam dan mengutarakan keinginannya untuk memeluk Islam

“Awalnya saya berpikir, lucu juga kalau muka Cina seperti saya pakai kopiah. Tapi ternyata di Mualaf Indonesia banyak orang-orang seperti saya (Cina-red) dan mereka memeluk Islam. Saya jadi tak merasa asing,” tuturnya

Keinginan William masuk Islam mendapat sambutan hangat dari anggota grup Mualaf Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 13 September 2009, William di-Islamkan oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan melakukan khitan pada 5 November 2009.

Resmi menjadi Muslim, William menceritakan keputusan besar itu kepada orang tua. Saat itu, ibu William marah besar dan mogok bicara dengan William. Sementara ayahnya lebih membebaskan William memilih.

“Mama tidak mau bicara sama saya, terlihat sekali kalau mama kecewa," tutur William. Ayahnya tidak melarang, karena ayah William rupanya pernah menjadi seorang muslim. "Tetapi lantaran tidak ada yang membimbingnya akhirnya ia menjadi murtad” kata William

William mengaku berat ketika keputusannya tidak disetujui oleh sang ibu. Tapi William tak berputus asa. Saat hubungan dengan ibunya menegang, William mengambil wudhu dan berdoa kepada Allah agar membukakan pintu hati ibunya.

Doa yang dipanjatkan William ternyata dijabahi Allah. Hanya dua hari berselang, ibunya tak sanggup lagi mogok bicara dengannya. Akhirnya ibu dan anak itu pun berbicara dari hati ke hati dan ibunya pun menerima keputusan William.

“Setelah mama bisa menerima saya sebagai seorang muslim saya menjadi lega, meski banyak teman-teman saya yang juga keturunan Cina mengucilkan dan memutuskan silaturahmi dengan saya.” ujar William Walaupun ada yang tak menyukai keputusan William, tak lantas mengendurkan semangatnya untuk mempelajari Islam.

Setelah memeluk agama Islam, William kian merasakan kedekatan Allah terhadap dirinya. Ia mengaku menjadi Muslim itu nikmat. “Yang paling luar biasa, ketika shalat berjamaah dimasjid. Semua orang Muslim, mulai pedagang, pegawai bahkan pejabatpun shalat berdampingan tanpa ada perbedaan,” ujar William

Tak lama setelah ia menjadi Muslim, ia merasa kian mendapat banyak berkah. William mendapat panggilan kerja di salah satu SMA Negeri di Jakarta sebagai guru bahasa Inggris.

“Memang Allah tak pernah tidur, ia akan menolong setiap umatnya yang membutuhkannya. Kita hanya perlu berdoa dan bersabar. Sama seperti saya yang harus berdoa dan bersabar demi menemukan agama yang benar” tuturnya.

Saat ini William terus mempelajari Islam. Ditemani salah satu rekan kerjanya, William aktif mengikuti kegiatan pengajian yang ada di masjid-masjid.

Sumber : http://muslim-mualaf.blogspot.com

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Donasi Anda

Hamba Alloh - Rp. 500.000
Romy - Rp. 1.000.000
Irfan - Rp. 250.000
Hamba Alloh - Rp. 150.000
Susan - Rp. 20.000
Maryani - Rp.250.000
Hamba Alloh - 50.000
Hamba Alloh - Rp. 1.600.000
Hamba Alloh - Rp. 250.000

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Pencarian Ruben akhirnya Berakhir setelah menemukan Islam

Quantcast

Kisah pencarian Abu Bakar Ruben dimulai sejak ia berada di bangku kuliah. Saat itu ia ditimpa banyak masalah. Teman dekatnya meninggal karena kecanduan narkoba. Orangtuanya bercerai dan ia mengalami kesulitan keuangan.

"Saya pun mulai bertanya apa sebenarnya tujuan hidup itu?" tuturnya. Peristiwa sulit yang terjadi hampir bertubi-tubi itu menjadi katarsis bagi Ruben untuk melirik agama.

Ruben dibesarkan di Melbourne oleh orangtua yang tak percaya Tuhan. "Saat kecil saya memang dibesarkan untuk menganut Kristen, tapi orang tua saya atheis, sehingga saya cenderung memiliki pandangan atheis," ungkap Ruben.

Agama pertama yang ia coba pelajari adalah Kristen. Kebetulan seorang teman mengundangnya untuk datang ke kemah keagamanan. "Mereka bernyanyi, suara mereka bagus, tapi saya bingung apa artinya," tutur Ruben.

"Mereka kemudian bilang bahwa Tuhan mencintai saya." Ruben keheranan. "Bagaimana mungkin tuhan mencintai saya sedangkan saya punya anjing dia tidak tidak mencintai saya," tuturnya. Rupanya saat itu kehidupan Ruben tak tentu arah. Ia bukan tipe orang yang bisa diandalkan, meskipun yang meminta bantuan adalah orang tuanya dan ia memiliki seekor anjing yang kemudian tak pernah ia urus.

Tak menemukan apa yang ia cari ia pun melangkah lagi, kini giliran Katholik dan Anglican Baptis. Namun ada hal yang membuat ia terganggu setiap saat ia bertanya kepada pemeluknya. "Mereka akan membuka injil dan kemudian berkata 'Oh jawabannya ini saudaraku' sambil beropini," tutur Ruben.

"Setiap kali mereka menjawab mereka beropini, sehingga saya menyimpulkan tentu banyak sekali intepretasi dalam Kristen," katanya. Padahal, lanjutnya, itu belum termasuk perbedaan dalam gereja.

Antara satu pendeta dengan pendeta lain bisa memiliki intepretasi berbeda dan saling mengklaim satu sama lain. "Injil satu rasa tapi intepretasi bermacam dan setiap orang bisa melakukan, itu sangat membingungkan," ujarnya.

Berikutnya ia melakukan persentuhan dengan Hindu. Ia berteman dengan seorang penganut keyakinan tersebut saat bekerja paruh waktu. "Saya kemudian dikenalkan dengan tuhan berkepala gajah." Lagi-lagi Ruben bertanya, mengapa tuhan harus berkepala gajah, apa hubungan gajah dengan tuhan. "Mengapa tidak singa? lebih perkasa. Bagi saya sangat tidak logis dan sulit untuk dipahami."

Menginvestigasi lebih jauh ia menyelidiki agama Yahudi. "Ya nama saya Abu Bakar Ruben, berasal dari Rubenstein, nama yang sangat Yahudi karena itu saya juga mencoba mencari tahu apa itu Yahudi,' tuturnya. Namun tak ada satupun dari keyakinan itu yang mengena di hatinya.

Hingga suatu saat ia bertemu temanya yang beragama Kristen. "Saya ditanya bagaimana pencarianmu, apa saja yang sudah kampu pelajari?" kata Ruben menirukan ucapan si teman. Ia menjawab semua, mulai Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Yahudi, Anglikan tapi tak ada yang bisa menarik hatinya.

Si teman bertanya lagi, "Bagaimana dengan Islam?". Pertanyaan langsung disambar Ruben dengan cemooh, "Apa, Islam? Buat apa saya mengivestigasi agama terorisme? Itu gila."

Tapi respon tubuh Ruben berkata lain. "Saya tidak tahu mengapa dan apa yang menggerakan saya, yang jelas saya mengenakan sepatu, berpakaian rapi dan pergi ke masjid. Saya tak punya petunjuk, bagaimana saya melakukan itu," tutur Ruben.

Begitu masuk masjid, Ruben merasa cemas. "Saya berpikir 'Aduh saya bakal mati di sini, saya satu-satunya kulit putih yang terlihat," tuturnya. Ketika itu seorang pria Timur Tengah berperawakan besar dengan cambang tebal mengenakan abaya mendekatinya. Ia bernama Abu Hamzah.

Tiba-tiba diluar dugaan Ruben, Abu Hamzah menyapanya dengan ramah dan bahkan meminta seorang yang lain untuk membuatkan teh bagi Ruben. "Tak pernah saya bayangkan bakal mendapat perlakuan seperti itu," kata Ruben.

Ia pun mulai banyak bertanya, tentang teman-temannya yang telah meninggal, tentang apa itu masa lalu dan masa yang akan datang. Abu Hamzah, seperti yang dituturkan Ruben, berdiri mengambil Al Qur'an dan membuka kitab itu lalu menunjukkan sebuah ayat dan meminta Ruben membaca seraya berkata ini jawabannya.

"Itu benar-benar menghentak saya," kenangnya. Ia pun menanyakan hal-hal sulit lain, seperti mengapa menumbuhkan janggut, mengapat menggunakan hijab, mengapa memiliki istri empat. "Saya pikir itu adalah pertanyaan-pertanyaan sulit, tapi sungguh luar biasa, mereka selalu membuka Al Qur'an dan lalu memberikan kepada saya untuk dibaca. Itu selalu mereka lakukan sebelum mengulas lebih jauh dengan buku hadis yang juga ada di dalam masjid," tutur Ruben.
"Mereka selalu membuka Al Quran untuk menjawab dan sama sekali tidak beropini," ujarnya. Kemudian Ruben pun bertanya, "Saya ingin tahu tentang opini anda tentang ini, tentang aturan itu." Diluar harapan Ruben, mereka menjawab, "Saya tidak mungkin dan tidak boleh beropini tentang Firman Tuhan".
"Subhanallah, itulah yang benar-benar menyentuh saya dan selalu membuat saya teringat," ujar Ruben yang telah memeluk Islam saat menuturkan kisahnya. Malamnya ia pun membawa pulang Al Quran. "Dan ketika saya membaca, saya bukan hanya menemukan kisah, tapi seolah-olah ada yang memandu saya."

Ia memandang Al Qur'an tak hanya benar tetapi juga logis dan ilmiah. Ia takjub bagaimana Al Qur'an juga menguraikan proses penciptaan dan kelahiran manusia, penuturan proses sel telur yang dibuahi hingga tercipta gumpalan darah, tumbuh tulang, peniupan ruh hingga akhirnya membentuk janin yang siap dilahirkan ke bumi.

"Inilah yang saya cari, ini yang saya perlukan," ujarnya. Butuh enam bulan sebelum ia sampai pada kesimpulan itu. Tapi ketika hendak membuat perubahan besar, Ruben menginginkan pembenaran lain untuk menguatkan keputusannya. "Saya sudah siap melakukan lompatan besar, tapi ingin satu dorongan saja, tak perlu besar, kecil pun cukup," tuturnya.

Untuk itu ia bahkan melakukan dialog Tuhan. "Ayolah Allah satu saja," ujarnya menirukan ucapannya sendiri saat itu. Ia duduk diam di tengah ruangan dengan satu lilin menyala. Lama ia menunggu. Tak satupun hal terjadi. "Terus terang sangat kecewa. 'Aduh Engkau melewatkan satu kesempatan'" ujar Ruben saat itu kepada Tuhan.

Ia kembali menunggu pertanda kedua. Lagi-lagi tak ada perubahan, tak ada petunjuk. "Aduh tolong jangan kecewakan aku lagi. Saya lagi-lagi sungguh kecewa." tutur Ruben yang akhirnya memutuskan membuka Al Quran. Ia terhenti oleh beberapa ayat, salah satunya berbunyi "Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya) (QS 16:12)

Membaca ayat itu Ruben tersadar. "Betapa arogannya saya menuntut tanda spesifik seperti yang saya mau. Matahari dan semua ciptaannya di muka bumi adalah tanda bagi kita semua," tutur Ruben.

Begitu yakin dengan keputusannya ia kembali berkunjung ke masjid. "Saya tidak tahu harus berbuat apa dan harus mengucapkan apa, jadi saya putuskan ke masjid." Tiba di masjid Ruben terkejut menjumpai ruangan begitu penuh orang. Rupanya saat itu hari pertama Ramadhan.

Mengutarakan niatnya, ia pun diminta untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. "Sangat belepotan, pemandu saya bilang 'Asyhadu' saya jawab "As, apa?" sampai berulang kali. Menggelikan." kenang Ruben.

Si pemandu menegaskan pada Ruben bahwa ia harus mengucapkan syahadat dalam bahasa aslinya, Arab. Kalimat itu tak bisa diucapkan dalam bahasa Inggris. Berlatih beberapa saat, lidah Ruben akhirnya lancar mengucapkan ikrar tersebut. Pada hari pertama Ramadhan itu ia pun resmi menjadi Muslim.

Begitu selesai Ruben mengaku ada beban yang tertarik dan lepas keluar dari tubuhnya. "Saya merasa ringan," ujarnya. Ia mengira saat itu akan mendapat sambutan teriakan dan takbir 'Allahu Akbar' dari jamaah pria yang berada dalam masjid. "Tapi ternyata tidak, satu persatu mereka mendatangi saya, menjabat tangan saya dan mencium saya. Bahkan saya belum pernah mendapat ciuman sebanyak itu dari wanita," tutur Ruben berkelakar.

"Tapi itu peristiwa sangat berharga dan tidak bisa saya lupakan. Saya bahagia karena saat itu juga saya mendapat banyak saudara."

Mengetahui ia masuk Islam, orangtuanya sempat cemas. "Mereka takut tiba-tiba nanti saya sudah memanggul AK 47 dan memegang granat," selorohnya. "Saya jelaskan itu tidak mungkin. Terus terang saya merasa tenang. Mental saya lebih stabil, saya juga lebih fokus dan mereka (orangtua-red) melihat perubahan itu." tutur Ruben.

Penasaran, ayahnya pun ikut membaca Al Qur'an. Mereka berkata kepada Ruben sejak menjadi Muslim ia menjadi pribadi lebih baik. "Kamu menjadi orang yang lebih bisa diandalkan, dipercaya dan bisa diminta tolong,'kata Ruben menirukan ucapan ayahnya. "Itulah yang saya rasakan dan saya akan terus meyakini dan mendalami agama ini."[Republika] 

Sumber http://muslim-mualaf.blogspot.com

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Jujur akui kesalahan





K. H. Abdullah Gymnastiar — Bila kita berani jujur mengakui kesalahan dan tanggungjawab, niscaya Allah akan suka, akan diberi ketenangan dan kekuatan.

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Pandangan Para Intelek Tentang ALKITAB

George Bernard Shaw mengatakan bahawa Alkitab kristen adalah "Buku yang paling berbahaya di dunia. Jagalah agar tetap tertutup rapat dan terkunci".

"Membacakan cerita-cerita dari ALKITAB kepada anak-anak dapat mengakibatkan terbukanya peluang untuk seks bebas. Suatu kitab yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor. " (ThePlain Truth, Oktober 1977);

Dr. R. Soedarmo:
"Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan dari orang biasa, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci (Alkitab Kristian) mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu, Kitab Suci (Alkitab Kristian) mungkin sekali ada kesalahan. Oleh kerana itu Kitab Suci (Alkitab Kristian) dengan bentuk sekarang masih harus diperbaiki"(Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47). "Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram"(Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49).

(KITAB SUCI KOQ DIPERBAIKI).

Dr. Mr. D. N. Mulder dalam bukunya “Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama”, tahun 1963, page 12 dan 13, berkata sebagai berikut: “Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin.”

Surat kabar di Ghana, yaitu Harian Times, 24 Juni 1964 yang dimuat oleh harian Mercusuar Yk. tertanggal 31-8-1968; Mr. RT. Payet, di dalam parlemen inggris tahun 1964 mengusulkan kepada Pemerintah Inggris dalam hal ini The British Home Secretary agar Injil dilarang beredar. Salah satu di antara sebabnya seperti yang ia katakan sebagai berikut: “Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari perbuatan-perbuatan yang brutal dan sadis selain Injil ini. (I. Sudibya Markus dalam buku “Dialog Islam-Nasrani dan Usul Pelanggaran Injil di Inggris”, terbitan Potrosari Ler. 28 Mgl.).

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Dewan Gereja Dunia dan Vatikan Haramkan Kristenisasi Terselubung


JENEWA – Kristen Ortodoks, Katolik, Anglikan, Protestan, Injili dan gereja-gereja Pantekosta melakukan konsensus untuk meninggalkan kristenisasi secara terselubung. Akankah para penginjil dan misionaris menghapus kristenisasi berkedok Islam, kristenisasi terselubung melalui bantuan sosial, pendidikan dan kesehatan, maupun kristenisasi melalui pernikahan/pacaran beda agama?
Dewan Gereja Sedunia, Vatikan dan Aliansi Injili Sedunia mengeluarkan buku lima halaman pedoman penginjilan, di Pusat Ekumenis Jenewa, Swiss Selasa 28 Juni. Yang paling menonjol dalam buku berjudul “Christian Witness in a Multi-Religious World: Recommendations for Conduct” (Saksi Kristen Dalam Dunia Multi Agama: Rekomendasi Kode Etik) itu adalah kesepakatan meninggalkan cara-cara penginjilan terselubung.
Kode etik disusun melalui perundingan rumit sejak tahun 2005 yang dilakukan oleh Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches/WCC), Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-agama (Pontifical Council for Inter-religious Dialogue/PCID ) dari Gereja Katolik Roma dan Aliansi Injili Sedunia (World Evangelical Alliance/WEA). Ketiga badan termasuk Ortodoks, Katolik, Anglikan, Protestan, Injili, gereja-gereja Pantekosta dan independen ini memiliki keanggotaan gabungan sekitar dua miliar orang yang mewakili hampir 90 persen umat Kristen di dunia.
“Dalam lima tahun terakhir kita telah membangun sebuah jembatan baru,” kata Dr Geoff Tunnicliffe, Sekjen Aliansi Injili Sedunia. “Dokumen ini adalah prestasi besar,” imbuhnya.
Senada itu, Sekjen Dewan Gereja Dunia berharap agar rekomendasi itu menjadi inspirasi dan kode etik bagi umat kristiani.
“Kami mengirim dokumen ini untuk masing-masing konstituen kami, dengan harapan mereka akan melihat rekomendasi ini sebagai inspirasi untuk merancang kode etik yang relevan dengan konteks khusus mereka sendiri,” kata Pendeta Dr Olav Fykse Tveit, Sekjen Dewan Gereja Dunia.
Sementara itu, Kardinal Jean-Louis Tauran, Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-agama, mengamati bahwa para pemimpin dalam gereja-gereja hari ini memiliki tugas untuk mewartakan iman. Sesuai dengan prinsip ajaran Katolik, Tauran memperingatkan bahwa orang Kristen harus mengatasi konflik agama jika ingin menghadirkan kebenaran dengan cara yang kredibel.
Dengan pedoman itu, ketiga organisasi Kristen terbesar di dunia berharap dapat mengurangi rasa permusuhan dari Islam ataupun agama lain, akibat kegiatan penginjilan.
“Metode tidak pantas dalam mengerjakan tugas-tugas misionaris lewat cara-cara terselubung dan pemaksaan harus ditinggalkan,” bunyi salah satu butir fatwa gereja sedunia. “Pola-pola tersebut mengkhianati Injil dan bisa menyebabkan pihak lain menderita.”
Dewan Gereja Sedunia, Vatikan dan Aliansi Injili Sedunia sepakat bahwa konflik dapat dikurangi, jika umat kristiani yang ingin melakukan penginjilan menempuh cara bersahabat. “Mengedepankan upaya membangun hubungan saling menghormati dan saling percaya dengan semua pihak beragama.”

Sumber : voa-islam.com

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Nabi perang khaibar Jawaban atas Hadits Hadits Palsu ala FFI


Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz: “Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan mereka dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan”

yang diatas Hadits palsu.ini yang hadits shahih :

8.23/358. Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Ima’il bin ‘Ulayyah berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berperang di Khaibar. Maka kami melaksanakan shalat shubuh di sana di hari yang masih sangat gelap, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Thalhah mengendarai tunggangannya, sementara aku memboncenmg Abu Thalhah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu melewati jalan sempit di Khaibar dan saat itu sungguh lututku menyentuh paha Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu beliau menyingkap sarung dari pahanya hingga aku dapat melihat paha Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang putih. Ketika memasuki desa beliau bersabda: Allahu Akbar, binasalah Khaibar dan penduduknya! Sungguh, jika kami mendatangi halaman suatu Kaum, maka (amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) ‘ (Qs. Asf Shaffaat: 177). Beliau mengucapkan kalimat ayat ini tiga kali. Anas bin Malik melanjutkan, (Saat itu) orang-orang keluar untuk bekerja, mereka lantas berkata, ‘Muhammad datang! ‘ ‘Abdul ‘Aziz berkata, Sebagian sahabat kami menyebutkan, Pasukan (datang)! ‘ Maka kami pun menaklukan mereka, para tawanan lantas dikumpukan. Kemudian datanglah Dihyah Al Kalbi seraya berkata, Wahai Nabi Allah, berikan aku seorang wanita dari tawanan itu! Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, Pergi dan bawalah seorang tawanan wanita. Dihyah lantas mengambil Shafiyah binti Huyai. Tiba-tiba datang seseorang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, Wahai Nabi Allah, Tuan telah memberikan Shafiyah binti Huyai kepada Dihyah! Padahal dia adalah wanita yang terhormat dari suku Quraizhoh dan suku Nadlit. Dia tidak layak kecuali untuk Tuan. Beliau lalu bersabda: Panggillah Dihyah dan wanita itu. Maka Dihyah datang dengan membawa Shafiah. Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Shafiah, beliau berkata, Ambillah wanita tawanan yang lain selain dia. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerdekakan wanita tersebut dan menikahinya. Tsabit berkata kepada Anas bin Malik, Apa yang menjadi maharnya? Anas menjawab, Maharnya adalah kemerdekaan wanita itu, beliau memerdekakan dan menikahinya. Saat berada diperjalanan, Ummu Sulaim merias Shafiah lalu menyerahkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat malam tiba, sehingga jadilah beliau pengantin. Beliau lalu bersabda: Siapa saja dari kalian yang memeliki sesuatu hendaklah ia bawa kemari. Beliau lantas menggelar hamparan terbuat dari kulit, lalu berdatanganlah orang-orang dengan membawa apa yang mereka miliki. Ada yang membawa kurma dan ada yang membawa keju/lemak. Anas mengatakan, Aku kira ia juga menyebutkan sawiq (makanan yang dibuat dari biji gandung dan adonan tepung gandum). Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencampur makanan-makanan tersebut. Maka itulah walimahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

11.69/895. Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib dan Tsabit Al Banani dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat Shubuh dalam keadaan masih gelap, kemudian beliau mengendarai tunggangannya seraya bersabda: Allahu Akbar, hancurlah Khaibar! Sesungguhnya kami apabila mendatangi perkampungan suatu kaum, (maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan tersebut) (Qs. Ash Shaaffaat: 177). Orang-orang Khaibar keluar seraya berkata, Muhammad dan Al Khamis! Tabit berkata, Al Khamis artinya pasukan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengalahkan mereka, membunuh pasukan dan menawan tawanan. Maka Shafiah menjadi bagian Dihyah Al Kalbi, kemudian ia menjadi milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau kemudian menikahinya, dan maharnya adalah pembebasannya. ‘Abdul ‘Azizi berkata kepada Tsabit, Wahai Abu Muhammad, apakah kamu bertanya kepada Anas bin Malik, apa yang Beliau jadikan mahar untuk wanita tersebut? Tsabit menjawab, ‘Maharnya adalah pembebasannya.’ Ia pun tersenyum.

18.171/2076. Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Anas radliallahu ‘anhu berkata; Diantara tawanan (perang Khaibar) ada Shafiyah (binti Huyyay) kemudian dia menjadi hak milik Dihyah Al Kalbiy dan kemudian Shafiyah menjadi milik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

44.225/3879. Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat Shubuh dekat Khaibar ketika hari masih gelap, kemudian bersabda: Allahu Akbar, hancurlah Khoibar. Sesungguhnya kami apabila mendatangi perkampungan suatu kaum, (maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan tersebut). QS Ash Shaffat; 177. Ketika penduduk Khaibar keluar dan berjalan dalam kegelapan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membunuh para pasukan mereka dan menawan anak-anak mereka. Dan diantara tawanan tersebut terdapat seorang wanita bernama Shafiyah, semula ia tawanan milik Dihyah Al Kalbi lalu diberikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau menikahinya dan menjadikan pembebasannya sebagai mahar pernikahannya. Abdul ‘Aziz berkata kepada Tsabit: Wahai Abu Muhammad, apakah kamu pernah bertanya kepada Anas, Apa yang beliau jadikan maharnya?. Maka Tsabit menganggukkan kepalanya tanda membenarkan.

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Islam tumbuh pesat


Seberapa bencinya anda terhadap islam, ternyata anda harus sekali lagi menghela nafas. Taukah anda?. Saat ini islam tumbuh begitu pesat.
Mohon maaf sebelumnya, saya berbagi artikel ini:
Islam tumbuh sangat pesat.
Islam bukan hanya merupakan agama yang bertumbuh semakin cepat di dunia, tetapi
juga di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Tingkat pertumbuhan tahunan di AS mendekati 4 persen. Akan tetapi terdapat alasan kuat untuk meyakini bahwa pertumbuhan itu meningkat menjadi 8 persen dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Sebelum 2001, kebanyakan
laporan secara kasar menunjukkan 25.000 orang memeluk Islam per tahunnya. Hal
ini tidak terdengar begitu banyak. Akan tetapi laporan tahunan ini, menurut beberapa imam Muslim Amerika, telah meningkat empat kali lipat sejak peristiwa 11 September. Sejak 11 September, jumlah penduduk Amerika yang memeluk Islam
melejit tinggi.
Hanya satu bulan sejak peristiwa World Trade Center, laporan mengalir dari berbagai masjid di seluruh Amerika. Ala Bayumi, Direktur Urusan Arab di Council for American Islamic Relations (CAIR) pada tanggal 11 November 2001, kepada sebuah koran harian London, Al-Hayat, mengatakan hal ini: ”Masyarakat non-Muslim Amerika sekarang tertarik untuk memahami Islam. Ada banyak tanda-tandanya….Perpustakaan kehabisan buku-buku mengenai Islam…. Terjemahan Qur’an dalam bahasa Inggris menempati urutan pertama best-seller Amerika…..Sejak 11 September masyarakat Amerika mulai menunjukkan kesediaan untuk memeluk Islam….Ribuan non-Muslim Amerika yang menanggapi undangan untuk mengunjungi masjid-masjid, seperti gelombang laut yang terus-menerus menerjang pantai.
Sejak 50 tahun yang lalu, perubahan agama tidak berkurang, dan jumlahnya tidak berkurang, tapi tanpa diperkirakan, sehari setelah peristiwa 11 September. Ibaratnya hari ke-11 yang telah  berlalu sama seperti 11 tahun dalam sejarah ketika orang-orang mulai memeluk agama baru yang mengajarkan iman kepada Allah.
Dalam sebuah artikel di sebuah koran Inggris, The Times of London, pada tanggal 7 Januari 2002, hanya 4 bulan sejak 11 September, kita bisa membaca: Ada bukti yang memperlihatkan semakin banyak orang memeluk Islam sejak 11 September 2001, bukan hanya di Inggris, tetapi di seluruh Eropa dan Amerika. Sebuah pusat Islam di Belanda melaporkan peningkatan 10 kali lipat, sementara New Muslim Project, yang bertempat di Leicester (England), dan dikelola oleh
seorang mantan ibu rumah tangga Roma Katolik Irlandia, melaporkan “Pemeluk baru terus-menerus mengalir”.
Joel Richardson seorang penulis buku “Anti Chirst, Islam Awaited Messiah” (buku yang isinya semua menghujat tentang islam) mengakui sendiri bahwa, ketika buku ini saya tulis pada akhir 2004, saya bertanya kepada seorang kenalan Muslim tentang berapa banyak orang Amerika yang ia telah saksikan menjadi Islam. Dia menjelaskan bahwa secara pribadi setidaknya ia telah menghadiri 100 upacara memeluk Islam pada tahun lalu saja. Saya menanyakan berlusin-lusin
Muslim Amerika lainnya, apakah mereka sedang menyaksikan peningkatan yang dramatis sejak 11 September; dan setiap kali jawabannya adalah “ya” dan “ya”.
Untuk berbagai alasan, data resmi yang lebih baru sulit didapatkan dan dianalisis. Pertama-tama, sangat sedikit studi komprehensif yang dilakukan sejak 11 September. Kebanyakan penelitian dilakukan sebelum tahun 2001. Selain itu, sejak 11 September, banyak Muslim Amerika yang sangat segan memberikan informasi kepada petugas pengumpul data yang datang ke masjid. Ada kecurigaan yang tersebar di antara komunitas Muslim bahwa petugas pengumpul data mengumpulkan informasi untuk United States Homeland Security Administration atau FBI. Kebanyakan orang yang  menjadi Muslim tidak ingin namanya dikenal. Tetapi secara pribadi, meskipun bersifat anekdot, saya telah berbicara dengan banyak orang Amerika yang menjadi
Islam setelah 11 September.
Sisi lain yang lebih fenomenal adalah: lebih dari 80% pemeluk Islam Amerika yang baru ini dibesarkan dalam gereja Kristen dan kaum intelektual. Jika ada pendapat bahwa tingkat perubahan agama lebih besar dari yang dilaporkan, bahwa yang digambarkan di atas adalah benar, maka berarti sebanyak 60.000 orang-orang Kristen yang dibesarkan di dalam rumah tangga Kristen, berpindah menjadi pemeluk Islam setiap tahunnya. Saya memiliki seorang kenalan yang, meskipun merupakan putera seorang pendeta dan dibesarkan dalam keluarga Kristen tradisional yang saleh, tetapi kemudian ia memeluk Islam ketika tengah belajar di sekolah tinggi. Ada banyak kesaksian para uskup dan pendeta, misionaris, mahasiswa teologia, dan orang Kristen biasa yang menjadi Islam. Beberapa dari mereka bahkan mendeskripsikan dirinya sebagai mantan “orang yang dipenuhi Roh Kudus. Jika beberapa dari kita merasa keberatan, mengapa data statistik ini tidak diketahui secara luas?. Ada beberapa jawaban sederhana atas pertanyaan ini. Salah satu alasan mengapa terjadi kecenderungan seperti ini, karena kebanyakan Muslim Amerika terkonsentrasi di pusat-pusat kota metropolitan. Misalnya, Metropolitan Chicago merupakan rumah bagi 350.000 Muslim. Metropolitan New York memiliki jumlah dua kali lipat, yaitu sebesar 700.000 Muslim.
Seorang pemegang otoritas Islam memperkirakan bahwa pada tahun 2020 kebanyakan pusat-pusat urban Amerika akan didominasi oleh Muslim. Namun seiring dengan semakin meningkatnya orang yang mengganti agamanya, wajah orang yang menjadi Muslim juga mengalami perubahan. Dalam waktu singkat setelah 11 September, National Public Radio melakukan acara spesial tentang Islam dan orang-orang yang memeluk Islam setelah 11
September: Salah satu topik penting (dalam penyiaran NPD) adalah wawancara dengan beberapa wanita muda di universitas-universitas Amerika yang baru saja memeluk Islam melalui Islamic
Society di Boston, misalnya di Harvard. Mereka membicarakan kekuatan dan kebesaran Islam, pengangkatan harkat wanita dalam Islam, dan mengenai alas an mengapa mereka memeluk Islam. Progam itu disiarkan selama beberapa kali di seluruh Amerika.
Dari sebuah artikel di The New York Times pada tanggal 22 Oktober 2001, kita baca sebagian cerita Jim Haking: Sembilan tahun lalu, Jim Hacking mengikuti pelatihan untuk menjadi pastor
Jesuit. Sekarang, dia adalah seorang pengacara Angkatan Laut di St. Louis. Bulan lalu ia menghabiskan waktu untuk menjelaskan Islam dalam dialog antar agama. Ia mengucapkan kalimat syahadat pada tanggal 6 Juni 1998. “Hal yang saya yakini adalah bahwa hanya ada satu Allah, tidak ada yang menyamaiNya, dia tidak membutuhkan seorang putera untuk melakukan pekerjaan-pekerjaanNya,”.
Sebuah kesaksian yang mirip berasal dari seorang mantan Kristen sebagai berikut: Ketika masih seorang anak, Jennifer Harrell biasa beribadah di gereja dan Sekolah Minggu. Ketika sekolah menengah, dia bergabung dalam tim baris-berbaris dan berkencan dengan seorang pemain football. Setelah sekolah tinggi, dia melayani di pelayanan kaum muda Metodis. Pada usia 23, dia menjadi orang tua tunggal. Pada usia 26, dia menjadi seorang Muslim. “Saya besar di Plano dan melakukan segala sesuatu yang saya pikir harus saya lakukan,” kata Harrell, 29, di Dallas. “Saya pergi ke gereja. Saya menghadiri pesta-pesta. Akan tetapi saya tidak berpikir tentang surga maupun neraka. Saya menerimanya begitu saja.” Akhirnya, dia bekerja di bagian penjualan, di mana dia diperkenalkan tentang Islam oleh rekan-rekan kerja yang beragama Muslim. Salah seorang dari mereka senang melakukan debat agama, yang mendorong Harrell memikirkan kembali keyakinan Kristennya. Dia mempelajari Alkitab, tetapi juga belajar Islam untuk dapat
mempertahankan kekristenannya dengan lebih baik. Bahkan, ia merasa terganggu dengan kenyataan bahwa Muslim berdoa sebanyak lima kali sehari, berpuasa, dan memberikan
sedekah sebagai bagian hidup. “Saya bukanlah tipe orang Kristen yang berdoa setiap pagi,” katanya. Dia mengatakan kepercayaan Muslim akan Yesus lebih masuk akal baginya karena mereka menghormati Dia sebagai seorang nabi, bukan Putera Tuhan. “Ketika masih menjadi seorang Kristen, saya tidak pernah mengerti mengapa Tuhan harus mati demi dosa-dosa saya,” ujar Harrell. “Maksudku, itu kan dosaku?” Sebelum menjadi seorang Muslim, dia mengunjungi sebuah pusat pelayanan Kristen. Dia berkata bahwa waktu itu ia bertanya mengapa orang Kristen makan daging babi, mengapa wanita-wanita tidak menutup kepala mereka ketika berada di dalam gereja, dan mengapa orang Kristen berkencan. “Saya ingin dia membela Alkitab,”
katanya. “Saya menyodorkan segala sesuatu yang saya lihat salah dalam tafsiran Kristen.” Jawaban yang diberikan tidak memuaskan dirinya.
Ada seribu cerita seperti cerita Jim Hacking dan Jennifer Harrell. Barangkali saya telah membaca seratus cerita yang sama
Sebuah Pilihan Agama Monoteistik yang Lain Di masa lampau, ketika masyarakat Barat memutuskan untuk mempercayai Tuhan secara pribadi dan menjadikan keyakinan baru ini sebagai aspek utama dalam kehidupan mereka, biasanya mereka telah menemukan ekspresi keyakinan mereka dalam gereja Kristen. Seiring dengan penyebaran Islam di Barat, banyak orang menyadari bahwa kekristenan bukanlah satu-satunya pilihan agama monotestik yang ada.
Sebuah Peringatan dari Inggris Dalam buku terbaru David Pawson, Islam’s Challenge to Christians, Pawson menyuarakan apa yang mungkin sekali merupakan nubuatan nabi, memberi
peringatan, bukan hanya bagi Inggris tetapi juga bagi gereja di seluruh dunia.
Pawson, seorang pemimpin gereja yang berpengalaman dan dihormati di Inggris menceritakan pengalaman barunya ketika sedang mendengarkan pemegang otoritas Islam terkenal, Patrick Sookhedo, saat memberikan kuliahnya. Bila seorang pemimpin di bawah kualitas David Pawson membuat pernyataan di bawah ini, maka mungkin sekali tidak akan diperhatikan, akan tetapi kita harus bersikap sangat bijaksana terhadap apa yang telah dialami David: Di tengah-tengah pembicaraannya, yang tidak diperkirakan sebelumnya dan tidak berhubungan dengan isinya, tiba-tiba saya diliputi dengan apa yang disebut sebagai, dugaan awal bahwa Islam akan mengambil alih negara ini (Inggris). Saya masih ingat ketika saya duduk di situ sambil terpaku bahkan tergoncang. Kita tidak hanya mendengarkan kuliah menarik mengenai sebuah agama dan budaya, yang diyakini dan dipraktekkan oleh orang lain. Kita sedang mendengarkan masa depan
kita!
Menyeimbangkan Fakta Inti dari bab ini bukanlah untuk memberi gambaran yang tidak seimbang. Perlu diperhatikan bahwa di seluruh dunia, banyak sekali orang-orang Muslim yang
berpindah menjadi pemeluk Kristen. Baru-baru ini seorang Sheikh Muslim mengatakan bahwa tahun lalu, di Afrika saja ada lebih dari 6 juta Muslim yang menjadi Kristen. Akan tetapi hal ini tidak menghapus fakta bahwa pertumbuhan Islam jauh lebih cepat dibandingkan Kekristenan, bukan hanya di Amerika, Kanada, Inggris, dan Eropa, melainkan juga di seluruh dunia.
Populernya perubahan agama, ditambah lagi dengan adanya kebingungan di antara orang-orang Kristen, akan berperan di saat-saat seperti itu. Brother Andrew, pria yang menjadi sangat terkenal karena menyelundupkan Alkitab ke negara-negara tirai besi, mengatakan dalam buku Kristen modern, God’s Smuggler, pada awal tahun 1994 bahwa, “Sementara Komunisme adalah untuk abad ke-20, maka Islam adalah untuk 100 tahun kemudian.”

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...