يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

QS At -Taubah : 032

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai

Tampilkan postingan dengan label Kristology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristology. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

Kontroversi Hari Sabat versi Islam – Kristen – Yahudi

Debat Islam Kristen
Tema : Mensucikan Hari Sabat

Sumber :
“Kontroversi Hari Sabat versi Islam – Kristen – Yahudi”
oleh Insan Mokoginta (mantan Katolik),
Penerbit Birrul Walidain telp 021-8731919
http://www.geocities.com/pakdenono/
http://www.pakdenono.com/
=============================================

Islam :
Dalam alkitab ada yang disebut the ten commandments atau sepuluh perintah Allah. Yang ingin ku tanyakan, apakah ke sepuluh firman Allah tersebut masih berlaku atau tidak?

Kristen :
Oh jelas masih berlaku sampai sekarang

Islam :
Kalau boleh tahu di kitab mana itu?

Kristen :
Itu terdapat dalam Kitab Taurat Musa yaitu pada kitab Ulangan 5:7-21

Jangan ada padamu Tuhan lain di hadapanKu
Jangan membuat patung yang menyerupai apapun yang dilangit atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air dibawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya, atau beribadah kepadanya.
jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu dengan sembarangan
tetaplah ingat dan kuduskan hari sabat
hormatilah ayahmu dan ibumu
jangan membunuh
jangan berzina
jangan mencuri
jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
jangan mengingini istri sesamamu dan harta-harta mereka
Nah, itulah bunyinya. Apakah saudara puas? Maaf, aku ingin balik bertanya, apa yang ingin anda tanyakan dari ke Sepuluh Firman Allah itu?

Islam :
Terimakasih, tentu saja aku puas. Yang ingin aku tanyakan, karena tadi anda mengatakan bahwa semua perintah itu masih berlaku, maka pertanyaannya, apakah sekarang ini anda masih tetap konsisten melakukan semuanya?

Kristen :
Oh itu jelas….bahkan jelas sekali! Siapapun yang beragama Kristen, pasti yakin, percaya dan harus konsisten melaksanakannya, sebab itu perintah suci yang datang langsung dari Allah.

Islam :
Syukurlah kalau begitu. Dan memang semestinya harus begitu. Artinya menjadi orang Kristen yang baik, benar dan setia, salah satu syaratnya yaitu melakukan semua yang diperintahkan Allah dan menjauhkan apa yang dilarangNya bukan? Apa anda setuju?

Kristen :
Tentu saja saya sangat setuju!!! Setahu saya, dalam ajaran Islampun demikian!

Islam :
Apakah anda merasa bahwa selama ini baik Katolik dan Protestan semuanya konsisten melaksanakan ke sepuluh firman Tuhan itu?

Kristen :
Saya kira demikian! Karena Sepuluh Firman Allah itu suci adanya, bahkan ditulis oleh jari Allah sendiri pada dua loh batu kemudian diberikan kepada Musa untuk disampaikan kepada segenap manusia. Oleh sebab itu, sebagai umat Kristen, mereka harus jaga, pelihara dan jalankan semua hukum-hukum itu.

Islam :
Seandainya ada sebagian hukum dalam Sepuluh Perintah Allah tersebut tidak dijalankan, tidak dihormati lagi oleh sebagian besar umat Kristiani, baik Katolik maupun Protestan, bagaimana pendapat anda?
Kristen :
Jika ada yang tidak melaksanakan, tidak menjalani dan tidak menghormatinya bahkan melanggar, saya yakin mereka itu telah tersesat dari jalan-jalan Tuhan.

Islam :
Terimakasih atas jawaban anda. Aku sangat puas dengan jawaban itu. Dan barangkali berangkat dari jawaban tadi, saat ini aku ingin menguji, sejauh mana anda bisa konsisten dengan pernyataan anda itu. Pada saat ini kejujuran andapun akan diuji. Sekali lagi aku bertanya, apakah sudah anda pikirkan baik-baik atas jawaban anda tadi yang mengatakan bahwa “umat Kristiani yang tidak menjalankan dan tidak menghormati dan melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah Tuhan, mereka itu telah tersesat dari jalan Tuhan”?

Kristen :
Ya .. ya …saya berkata dengan jujur bahwa secara logika dan dari hati kecil saya, saya kira semua umat Kristiani pasti mengakuinya, karena ke Sepuluh Firman Allah itu sudah final dan harus diimani dan dijalankan dengan sepenuh hati dan ikhlas dalam rangka tunduk dan patuh atas segala firman Tuhan. Itu perintah yang sangat suci dan harus dipelihara dan dijalankan, sebab perintah itu ditulis langsung dengan jari-jari tangan Tuhan sendiri dan Dia sendiri yang menyerahkan langsung kepada nabi Musa.

Islam :
Baiklah kalau begitu hanya ada satu saja pertanyaanku kepada anda, yang berangkali menjadi topik utama pembicaraan kita pada hari ini. Salah satu hukum dari Sepuluh Firman Allah adalah menghormati dan mengkuduskan hari SABAT sebagai hari perhentian pada hari ke tujuh…..itu tertulis jelas dalam alkitab anda, yaitu sebagai hukum yang ke empat. Pertanyaannya, “hari apa yang anda kuduskan setiap minggu?”

Kristen :
Sejujurnya saya katakan bahwa saya mengkuduskan hari Minggu. Buktinya semua umat Kristen beribadah pada setiap hari Minggu, kecuali dari golongan minoritas Advent.

Islam :
Sebenarnya yang namanya hari Sabat itu hari apa? Sabtu atau Minggu?

Kristen :
Menurut Advent, hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu, tetapi kami Protestan dan juga Katolik dan Kristen lainnya, jatuh pada hari Minggu.

Islam :
Mengapa terjadi perbedaan Sabtu dan Minggu? Apakah seminggu itu ada dua hari Sabat?

Kristen :
Tidak, dalam seminggu Cuma ada satu Sabat. Kalau Advent merayakan pada hari Sabtu, karena mereka menggunakan penanggalan Yahudi. Sementara yang merayakan hari Minggu, mereka menggunakan penanggalan Gregorian.

Islam :
Memangnya berbeda antara penanggalan Yahudi dan penanggalan Gregorian?

Kristen :
Sama saja, Cuma menurut penanggalan Gregorian, jika dihitung hari kerjanya, hari Minggu adalah hari ketujuh. Hari mulai bekerja itu Senin. Jadi Minggu adalah hari ketujuh. Coba hitung : 1. senin 2 Selasa. 3. Rabu 4. Kamis 5 Jumat 6 Sabtu 7 Minggu.

Islam :
Lho …. Kok jadi begitu? Bukankah dalam alkitab jelas sekali disebutkan bahwa yang disebut hari pertama itu “Hari Minggu” bukan hari Senin.
Penanggalan Gregorian baru diperkenalkan pada tahun 1582. kemudian orang Scotlandia menyetujui penanggalan Gregorian baru pada tahun 1600-an. Jerman, Denmark dan Swedia baru menerimanya pada tahun 1700-an. Apalagi Inggris menerimanya baru pada tahun 1752. ini berarti bahwa penanggalan Gregorian baru dikenal sekitar 300-400 tahun yang lalu. Sementara informasi Alkitab, bahwa hari pertama “hari Minggu” sudah ribuan tahun. Mengapa anda tidak mengikuti saja apa yang tertulis dalam alkitab? Apakah anda sudah tidak yakin lagi dengan informasi dari kitab suci anda sendiri, lalu beralih percaya kepada penulis penanggalan Gregorian? Lagi pula dalam alkitab yang disebut “hari bekerja Tuhan”, tidak sama seperti “hari bekerja manusia”. Yang dimaksud dengan “hari bekerjanya Tuhan” yaitu hari-hari ketika Tuhan menciptakan alam semesta, sementara “hari bekerjanya manusia” yaitu hari kerjanya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, agar dia bisa melangsungkan kehidupan di bumi ini. Aneh!!! Bagaimana mungkin anda bisa menyamakan hari kerja Tuhan dengan hari kerjanya manusia? Dari mana anda mendapatkan dalil seperti itu, sementara dalil dari alkitab anda sendiri sudah sangat jelas ada.

Kristen :
Tentu saja aku percaya kepada kitab suciku alkitab, tetapi pada waktu Tuhan berfirman melalui para nabi, waktu itu kan belum ada nama hari dan penanggalan? Nah orang yahudi baru membuat perhitungan penanggalan setelah mereka menerima wahyu Tuhan. Jadi menurut perhitungan orang yahudi, hari sabat itu jatuhnya pada hari Sabtu. Tetapi, menurut gereja yang dihitung Sabtu adalah enam hari. Jadi hari ketujuh yaitu hari Minggu.

Islam :
Kalau begitu anda bukan mengikuti firman Tuhan tapi kata pemuka gereja. Menurut alkitab hari pertama itu hari minggu, sementara menurut pemuka gereja hari senin. Mengapa anda pilih hari Minggu bukan Sabtu seperti yang Tuhan firmankan?

Kristen :
Menurut saya hari itu tidak penting. Yang penting yaitu dalam tiap minggu harus ada “hari perhentian” yang dikuduskan untuk berbakti atau beribadah kepadaNya. Toh waktu Allah pertama menurunkan wahyu Nya, pada saat itu belum ada penanggalan. Setelah orang Yahudi membuat penanggalan, ternyata hari ketujuh sebagai hari perhentian yang disucikan dan dikuduskan adalah hari Sabtu.

Islam :
Jika anda menganggap bahwa “hari itu tidak penting”, berarti boleh dong jika ada orang Kristen atau salah satu sekte Kristen merayakan hari Sabat kapan saja mereka mau. Nah kalau begitu dimana lagi esensi perintah Allah atas “hari yang harus dikuduskan” itu? Kalau begitu “hari perhentian” itu menjadi tidak jelas dan kacau, karena sudah terserah kepada manusianya, bukan berdasarkan firman Tuhan lagi bukan? Bagaimana jika suatu saat ada orang Kristen merayakan hari Sabat pada hari Selasa, Rabu, Kamis atau Jumat?

Kristen :
Oh tidak boleh, sebab itu tidak masuk di akal dan tidak wajar karena hari-hari tersebut tidak lazim.

Islam :
Lho….. tadi kan anda sendiri yang mengatakan bahwa “hari itu tidak penting”, yang penting anda katakan “dalam seminggu harus ada ‘satu hari perhentian’ atau ‘peristirahatan’ untuk mengkuduskan hari Tuhan”.

Kristen :
Bagaimanapun hal itu tidak mungkin terjadi, sebab hari Minggu sudah merupakan ketentuan Gereja sejak dahulu. Jadi beribadah diluar hari Sabtu dan Minggu itu tidak lazim.

Islam :
Baiklah aku tunjukkan pada anda 6 (enam) bukti menurut kitab suci anda Alkitab bahwa “hari pertama” itu adalah hari Minggu!!!! Bukan Senin, sehingga jatuhnya hari sabat yaitu hari Sabtu, bukan Minggu. Tolong bacakan ayat-ayat berikut ini :

Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Markus 16:9
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

Lukas 24:1
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

Yoh 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Yohanes 20:19
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Apakah ke enam ayat tersebut bukan merupakan bukti bahwa “hari Minggu adalah hari pertama?” sehingga tepat pada hari ketujuh merupakan hari sabtu. Sekarang pertanyaannya, tolong tunjukkan mana dalilnya dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hari yang dikuduskan adalah hari Minggu?

Kristen :
Memang tidak ada dalilnya yang tertulis bahwa hari kudus itu hari Minggu. Tapi ada tersirat, bahwa hari Minggu adalah hari yang dikuduskan, yaitu sebagai hari “kebangkitan Yesus”.
Semua umat kristiani yakin dan percaya bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu. Nah untuk mengabdikan “hari kebangkitan Yesus”, maka gereja menetapkan hari Minggu sebagai hari yang harus diperingati sebagai hari suci. Sebab pada waktu itulah Yesus bangkit dari kuburnya. Sebab jika dia tidak bangkit, maka sia-sialah kematiannya. Nah kebangkitannya itulah merupakan hari kemenangan dari dosa, dimana yesus telah mati dan bangkit dalam rangka menebus dosa manusia.

Islam :
Memang benar bahwa menurut alkitab yesus bangkit pada hari minggu, tetapi bukan berarti bahwa Tuhan menyuruh mengkuduskan hari tersebut. Jika tuhan menyuruh menghormati dan mengkuduskan hari itu, mana dalilnya dalam alkitab dimana tuhan mengatakan “kuduskanlah hari Minggu”, tidak ada bukan? Yang ada “kuduskanlah hari Sabat”.

Kristen :
Memang tidak ada ayat yang berkata seperti itu, tapi menurut penanggalan Gregorian, Gereja menentukan bahwa, hari Kebangkitan Yesus pada hari Minggu harus dirayakan oleh umat Kristiani, menggantikan hari Sabtu sebagai hari sabat menurut penanggalan orang Yahudi.

Islam :
Baiklah kalau begitu. Sekarang aku bertanya, apakah anda yakin dan percaya bahwa menurut alkitab yesus mati pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu??

Kristen :
Ya…..tentu saya percaya, karena Alkitab mengatakan seperti itu.

Islam :
Nah kalau begitu mestinya anda juga harus akui bahwa hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu. Coba kita baca kronologi ketika Yesus mati, dikubur dan bangkit dari kuburnya.

Lukas 23:52-54
23:52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.
23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.
23:54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.

Lukas 23:55-56
23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.
23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat

Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Ayat ayat tersebut sangat jelas mengatakan bahwa Sabat itu hari Sabtu, bukan Minggu. Tadi anda katakan bahwa anda percaya bahwa Yesus mati hari Jumat dan bangkit hari Minggu. Ini berarti anda harus percaya bahwa antara hari Jumat dan hari Minggu ada satu hari lain, yakni Sabtu. Nah hari Sabtu inilah jatuhnya hari Sabat. Menurut saya, definisi Sabtu itulah hari sesudah Jumat dan sebelum Minggu.

Kristen :
Ya benar, semuanya benar, tetapi sudah saya katakan bahwa “hari itu tidak penting”, yang penting adalah dalam seminggu harus ada hari perhentian yang dikuduskan. Kalau sabat hari Sabtu, itu kan menurut penanggalan yahudi. Kan waktu Allah berfirman menurunkan ayatnya pada waktu itu belum ada penanggalan.

Islam :
Wah anda ini tidak rasional, disatu pihak anda mengatakan bahwa itu menurut penanggalan Yahudi. Tetapi dilain pihak anda yakin dan percaya bahwa Yesus mati pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu. Padahal itupun menurut penanggalan Yahudi juga. Yang jujur aja dong, jangan akal-akalan.
Apakah menurut penanggalan Gregorian, Yesus bukan mati pada hari Jumat?

Kristen :
Ya…menurut penanggalan Gregorian, Yesus memang mati pada hari Jumat. Makanya disebut “Jumat Agung”. Tetapi oleh Gereja, hari kebangkitan Yesus itu hari Minggu adalah hari yang perlu dikuduskan sebagai pengganti hari Sabat orang Yahudi. Menurut penanggalan Gregorian hari bekerjanya manusia adalah selama enam hari, yaitu Senin sampai Sabtu dan beristirahat pada hari ketujuh, yaitu Minggu.

Islam :
Kalau begitu anda bukan mengikuti kebenaran menurut Firman Tuhan dalam Alkitab, tetapi menurut pemimpin gereja. Padahal dengan tegas dan jelas Tuhan sendiri berfirman bahwa yang harus dikuduskan yaitu hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu. Perhatikan firman Allah dalam kitab anda sendiri, silahkan baca Keluaran 20:8-11.
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Saudaraku, firman Allah itu sangat jelas bahwa Dia menyuruh beristirahat pada hari ketujuh dan mengkuduskan hari Sabat, karena itu adalah hari yang Dia berkati. Seharusnya anda patuh pada perintahNya daripada perintah gereja, bukan? Lagi pula tidak ada satu dalilpun dalam alkitab menyatakan bahwa Tuhan mengkuduskan hari Minggu.

Kristen :
Ya …. Ya….benar, tapi menurut kami, hari Minggu juga hari kudus, sebab hari itu sangat menentukan keselamatan umat manusia. Sebab Tuhan memilih Yesus bangkit pada hari Minggu, berarti juga adalah hari pilihan Tuhan.

Islam :
Wah, ….. saya kagum pada anda, karena anda begitu ngotot membela kesalahan dengan mencari-cari dalil pembenaran atau ketidakrasionalan pendapat anda. Padahal dalam alkitab setebal itu, tidak ada satu ayatpun yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu. Bahkan nama hari “minggu” pun tidak disebutkan dalam alkitab, kecuali disebut “hari minggu pertama”. Cobalah berpikir yang sehat, dan renungkan ancaman Tuhan bagi orang yang melanggar perintah Nya pada Keluaran 31:12-18. tolong baca!!
31:12. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
31:13 “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.
31:14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.
31:15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.
31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.”
31:18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
Wah ……. aku saja yang bukan orang Kristen, merinding membaca ancaman Allah terhadap orang yang melanggar perintah Allah itu jelas sekali menyuruh memelihara hari Sabat turun temurun. Berarti perintah itu berlaku kekal. Bahkan yang melanggarnya mendapat ancaman hukuman mati. Tapi anda dan orang Katolik serta sekte Kristen lainnya tenang-tenang saja, bahkan sama sekali tidak menggubrisnya.
Anda anggap enteng suatu ketetapan yang begitu penting bahkan saking pentingnya perintah itu, Allah sendiri yang menuliskan dengan jari-jari tanganNya sendiri, kemudian Dia sendiri juga yang menyerahkan kepada nabi Musa untuk disampaikan dan diajarkan kepada manusia? Perhatikan firman Tuhan ini dalam Keluaran 24:12 tolong baca!!!
24:12. TUHAN berfirman kepada Musa: “Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.”
Setelah nabi Musa menerimanya, turun lah Musa dari gunung dengan membawa kedua loh batu tersebut. Perhatikan firman Tuhan pada Kel 32:15-16 ini, tolong dibaca!!!
32:15. Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.
32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.
Nah apakah ayat-ayat tersebut belum cukup meyakinkan anda bahwa sesungguhnya hari Sabat yang semestinya dipelihara, dan dikuduskan serta dipertahankan selama-lamanya adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu!!! Dan apakah karya Tuhan yang maha penting dan maha agung bahkan ditulis dengan jari tanganNya sendiri tidak ada harganya???
Pelukis yang menoreh tintanya diatas kanvas atau kertas atau kulit, apalagi dari pelukis kenamaan yang dilukis ratusan tahun lalu, begitu dihargai dan bahkan harganya sangat mahal sampai milyaran rupiah. Kok lukisan langsung dari jari tangan Tuhan sendiri tidak anda jaga, tidak anda hargai dan tidak anda pelihara dan kuduskan???
Bukankah harga lukisan termahal dari tangan manusia hanya sebatas kenikmatan dunia dan tidak menyelamatkan nyawa anda?? Sementara lukisan dan tulisan dengan jari tangan Tuhan menyelamatkan jiwa anda dunia dan akhirat?
Jika anda mengikuti perintah pendeta atau pemimpin gereja berarti sama saja anda lebih menghormati dan lebih menghargai lukisan karya tangan manusia daripada lukisan tangan Tuhan, bukan? Cobalah anda renungkan dan pikirkan dengan hati yang tulus.

Kristen :
Yah…..gimana ya??? Itulah yang diajarkan dan disampaikan selama ini kepada umat Kristen. Biarlah hari Sabtu tetap Sabat bagi orang Yahudi dan bagi kami hari Sabat adalah hari Minggu. Bagi kami hari itu tidak penting, yang penting, inti daripada merayakan hari Sabat yang kami jalankan yaitu dalam seminggu harus ada satu hari yang dikuduskan, dan yang kami kuduskan yaitu Minggu.

Islam :
Saya tidak akan memaksakan anda supaya berbakti pada hari Sabtu sebagaimana umat Advent melakukan dan memelihara serta mengkuduskannya. Cuma yang saya heran dan tak habis pikir, hari Sabat yang jatuhnya jelas pada hari Sabtu dan ancamannya begitu mengerikan, kok seenaknya dilanggar oleh umat Katolik dan Protestan serta sekte-sekte Kristen lainnya, termasuk anda sendiri!! Apalagi tidak ada satu ayatpun dalam alkitab, dimana Allah pernah mengkuduskan hari Minggu, tidak ada samasekali!!!

Kristen :
Kalau begitu mengapa bapak tidak merayakan hari Sabat pada hari Sabtu seperti orang-orang Advent? Kalau bapak yakin bahwa Sabat itu hari Sabtu dan hari itu hari yang dikuduskan Tuhan, mengapa bapak bahkan beribadah pada hari Jumat?

Islam :
Lho kok anda ini tambah ngawur saja. Aku kan beragama Islam. Dalam Islam hari beribadah dalam setiap minggu jatuhnya pada hari Jumat, bukan Sabtu dan bukan Minggu. Pertanyaan anda itu mestinya anda ditujukan kepada sesama orang Protestan atau Katolik atau sekte Kristen lainnya yang mengkuduskan hari Minggu.

Kristen :
Apakah dalam Islam ada anjuran beribadah pada hari Jumat?

Islam :
Tentu saja ada. Karena ada perintah untuk beribadah pada hari Jumat, maka umat Islam setiap minggu juga punya satu hari khusus untuk beribadah secara berjamaah kepadaNya.

Kristen :
Boleh aku tahu umat Islam beribadah pada hari Jumat, di Al Qur’an terdapat dalam surat apa dan bagaimana bunyinya?

Islam :
Sebenarnya tema dialog kita bukan membahas tentang Al Qur’an. Karena anda ingin mengetahuinya, walaupun agak sedikit keluar dari konteks yang kita sepakati, biarlah kutunjukkan pada anda, beribadah pada hari Jumat terdapat dalam Qur’an surat 62 Al Jumuah (Hari Jumat), ayat 9 bunyinya :
“hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.”

Kristen :
Kalau tidak salah, aku pernah dengar bahwa di dalam kitab suci Al Qur’an katanya ada berbicara tentang masalah hari Sabat. Apakah itu termasuk hari yang harus disucikan dan dikuduskan juga oleh umat Islam?

Islam :
Memang ada ayat-ayat Al Qur’an yang menceritakan tentang hari Sabat, tetapi ayat itu bukan ditujukan kepada umat Islam, melainkan kepada orang-orang Yahudi yang melanggar hukum Sabat. Mereka tidak mensucikan hari Sabat, bahkan mereka terus saja bekerja pada hari tersebut, sehingga Allah memberikan peringatan bahkan kutukan kepada mereka.

Kristen :
Maaf aku tertarik informasi Qur’an tentang hari Sabat. Boleh kutahu ayat-ayatnya dalam Al Qur’an itu, dan kutukan apa yang Tuhan timpakan bagi mereka yang tidak mengkuduskan hari Sabat?

Islam :
Tentu saja boleh. Kalau tidak salah ada sekitar lima kali kata Sabat atau Sabtu disebutkan dalam Al Qur’an, yaitu surat Al Baqarah 65-66, An Nisa 47 dan 154, Al A’raf 163 dan An Nahl 124. baiklah aku bacakan untuk anda ketahui :

Qs Al Baqarah 65 -66
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

An Nisa 47, 154
47. Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat ma’siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
154. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina  untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka : “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka : “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

Al A’raf 163
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka.  Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.

An Nahl 124
Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.
Bunyi ayat Al Qur’an tersebut, dapat kita ketahui bahwa pada masa itu pernah Allah buktikan, memberikan kutukan bagi yang melanggar dan tidak mensucikan hari Sabat, yaitu dengan merobah muka merka jadi kera yang hina. Maksud Allah yaitu memberikan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa agar tetap memelihara hukum-hukumNya, karena bagi yang melanggar pasti ada sangsinya. Sangsi itu jika tidak dibuktikan di dunia, pasti akan dibuktikan di akhirat.
Menurut saya, mestinya umat Katolik, Protestan dan sekte lainnya, jika ingin menjadi pengikut Yesus yang setia dan menjalankan perintah-perintah Tuhan, harus beribadah pada hari Sabtu sebagai hari Sabat yang dikuduskan Tuhan, bukan hari Minggu. Kenapa? Sebab perintah Tuhan itu kekal dan abadi, berlaku terus sampai kiamat dan seumur hidup Yesus tidak sekalipun beribadah pada hari Minggu.
Menurut kamus berbagai bahasa, Sabat itu artinya Sabtu, bukan Minggu. Bahasa Jawa (Sabbat). Makassar (Saba’na). Bugis (Saba’e). Arab (sabt). Greek/Yunani (Sabbaton). Italia (Sabato). Inggris (Sabbath). Polandia (Sobota). Spanyol (Sabado). Dan bahasa Indonesia (sabtu).

Islam :
Sejak kapan Gereja menetapkan hari Minggu sebagai hari istirahat dan hari beribadah?

Kristen :
Wah saya tidak tahu persis hal itu.

Islam :
Perlu anda ketahui, penetapan hari Minggu sebagai hari peristirahatan dan hari ibadah yaitu pada tahun 364 M pada Konsili Laodikea. Pada saat itulah dewan gereja menetapkan, Minggu sebagai hari istirahat dan ibadah bagi umat Kristiani.
Oleh sebab itu beribadah pada hari Minggu, bukan ketentuan dan ketetapan dari Tuhan, tetapi  hanya hasil musyawarah para dewan gereja. Makanya tidak terdapat walau satu ayatpun dalam alkitab, dimana Tuhan maupun Yesus yang mengkuduskan dan memberkati hari Minggu. Yang dikuduskan dan diberkati adalah hari Sabat yaitu hari Sabtu!
Dari seluruh alkitab di dunia ini, dalam bahasa apapun, semuanya menunjukkan bahwa hari beribadah yang diperintahkan dan dikuduskan Tuhan, adlaah hari Sabtu, bukan Minggu. Dan Al Qur’an juga mengatakan demikian.
Oleh sebab itu semakin jelaslah bahwa beribadah pada hari Minggu, samasekali tidak ada dasarnya dan dalilnya, baik dalam Alkitab maupun dalam Al Qur’an. Kenapa seperti itu? Sebab beribadah pada hari Minggu hanyalah rekayasa oleh Dewan Gereja pada konsili Laodikea sejak tahun 364 M, tiga abad lebih setelah Yesus meninggal.

Kristen :
Bapak dulunya kan beragama Katolik!! Jika waktu itu bapak belum masuk Islam atau masih beragama Katolik, apakah bapak juga akan turut mengkuduskan Sabat pada hari Sabtu?

Islam :
Seandainya waktu itu aku masih beragama Katolik, jelas aku akan tetapi beribadah menurut ajaran pastur saya, yaitu beribadah dan mengkuduskan hari Minggu. Tetapi jika pemahaman saya tentang Alkitab sudah seperti sekarang ini, aku akan memilih hijrah atau pindah ke Advent, karena walaupun mereka minoritas, tetapi mereka lebih konsekuen dan konsisten dalam memelihara firman-firman Tuhan yang tertulis dalam alkitab. Tetapi rupanya Allah yang Maha Kuasa menghendaki lain, dan menunjukkan aku jalan yang mesti aku tempuh seperti sekarang ini, yaitu beragama Islam.

Kristen :
Terus terang saya masih kurang mendalami alkitab. Rupanya bapak lebih paham dari saya. Kalau begitu biarlah kita berjalan pada jalan masing-masing. Menurut saya kami harus mengkuduskan hari Minggu, sebab hari itu adalah hari pilihan Tuhan dimana Dia membangkitkan Yesus. Kebangkitannya itulah yang merupakan kemenangan atas dosa, dia telah mengalahkan penguasa gelap yaitu setan dan dia telah menebus dosa-dosa manusia. Sebab menurut keimanan kami, jika Yesus tidak bangkit hari ketiga dari kuburnya, maka sia-sialah keimanan kami.

Islam :
Yah….kalau kita berbicara hanya mengedepankan logika, perasaan dan pendapat manusia, maka kita tidak akan pernah mencapai titik temu dan tidak akan menemukan kebenaran yang hakiki. Aku ingin bacakan kepada anda beberapa ayat untuk anda renungkan dan pikirkan, bahwa seumur hidupnya Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu), bukan hari Minggu. Tolong baca Lukas 4:16, Lukas 4:31, Lukas 6:6, Lukas 13:10, Markus 1:21, Markus 6:2
Lukas

4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

4:31
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

6:6
Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

13:10
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Markus

1:21
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

6:2
Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Dari ayat-ayat  tersebut ternyata seumur hidupnya Yesus mengajar dan beribadah pada hari Sabat yaitu hari sabtu, bukan Minggu. Hitung saja, menurut alkitab, Yesus meninggal pada usia 33 tahun. Ini berarti seumur hidupnya yesus telah mengkuduskan hari Sabat pada hari Sabtu sebanyak lebih kurang 1700 kali.
Tidak pernah satu kalipun yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu. Terserah anda mau jadi pengikut Yesus atau pengikut ajaran Manusia yang tidak bertanggung jawab. Bukankah yesus panutan anda? Ingat kata Yesus pada hari nanti : Enyahlah kalian pembuat kejahatan, kalian melaksanakan ajaran manusia.!!!!
Jika aku masih beragama Kristen, aku pasti memilih menjadi pengikut Yesus yang setia dengan jalan mengikuti apa yang dia teladani dan contohkan.

Kristen :
Rasanya membahas masalah ini tidak akan habisnya, apakah masih diteruskan atau kita beralih saja pada materi lain???

Islam :
Materi lain sebaiknya kita bicarakan pada kesempatan lain saja. Biarlah kita tuntaskan masalah Sabat ini dulu sampai selesai, sebab bagi saya ini masalah besar, bukan masalah sepele, karena ancamannya begitu mengerikan bagi yang melanggar hukum-hukumNya.
Jika saya yang peringatkan anda mungkin tidak perlu anda gubris, tetapi jika Tuhan yang memperingatkan anda, apalagi melalui FirmanNya dalam kitab suci anda sendiri yaitu alkitab, sebaiknya anda perhitungkan. Biarlah kubacakan untuk anda sebagai bahan renungan untuk anda pikirkan dengan kepala dingin dan hati yang tulus, yaitu Yak 2:10.

2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
Berdasarkan ayat alkitab tersebut, berarti dari Sepuluh Firman Tuhan, jika hanya 9 (sembilan) yang dijalankan tetapi satu diabaikan yaitu melanggar hukum Sabat, maka anda bersalah atas keseluruhan perintah tersebut. Ini berarti sia-sialah iman anda.
Hal ini lebih diperkuat dengan Yakobus 2:14 yang bunyinya sebagai berikut :

2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
Dan dalam Yakobus 2:17 dikatakan :

2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
Nah berdasarkan ayat-ayat tersebut, karena ada salah satu hukum yang anda langgar yaitu tidak menghormati dan tidak melakukan dengan perbuatan (tidak mengkuduskan hari Sabat), maka sia-sialah iman anda, atau iman anda telah dinyatakan “mati” oleh Tuhan.
Maaf saya tidak punya hak untuk mengatakan dan menyatakan atau memvonis anda bahwa iman anda saat ini sia-sia atau mati, tapi alkitab anda sendiri yang mengatakan demikian, dan saya hanya mengingatkan dan memperlihatkan kebenaran ini pada anda.

Kristen :
Sepertinya saya harus banyak belajar dari bapak. Terus terang saja, selama ini baru kali ini aku merasa paling sulit berdebat dengan seseorang. Dan baru kali ini aku mendapatkan lawan debat yang sangat menguasai persoalan. Dan yang sangat mengagumkan saya, adalah bapak justru beragama Islam. Saya hargai dan salut atas ilmu bapak!!!

Islam :
Terimakasih atas pujian dan penghargaan anda, tetapi seharusnya anda tidak perlu memuji saya berlebihan, sebab ilmu yang kuperoleh juga berasal dari Allah. Oleh sebab itu menurut ajaran saya dalam agama Islam, yang berhak menerima pujian hanyalah Allah Swt.
Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya sampaikan, tetapi yang paling penting dan perlu anda renungkan cukup sekitar 7 (aslinya 20) hal, masalah “hari Minggu” sebagai berikut :

Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
Allah dan Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu
Allah dan Yesus tidak pernah mengkuduskan hari Minggu
tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu
tidak ada berkat yang dijanjikan jika memelihara hari Minggu
Alkitab tidak pernah menyebutkan hari minggu sebagai hari ibadah bagi kristen.

Kristen :
Sekali lagi seperti yang sudah saya katakan bahwa menurut iman kami, “bukan harinya yang penting”, tetapi yang penting dalam seminggu harus ada “satu hari perhentian” yang dikuduskan sebagai hari ibadah. Dan kami menganggap hari Minggu adalah juga hari suci, karena yesus bangkit dari kematiannya pada hari Minggu.

Islam :
Maaf, rasanya tidak perlu lagi saya mengomentari jawaban anda yang bolak balik ke itu-itu. Harapanku jujurlah dalam menanggapi sesuatu, apalagi kita ini sedang membicarakan masalah-masalah firman Tuhan yang dianggap benar datang dari Tuhan. Jika kita membohongi, tapi hati kecil kita katakan itu benar, maka hal itu hanya akan menambah banyaknya rentetan dosa yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Nya nanti. Cobalah renungkan nasihat Yesus seperti ini :
Yohanes :

14:15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

15:10
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Saya kira sabda Yesus dalam dua ayat itu sangat jelas sekali maknanya. Anak kecilpun paham apa maksud sabda Yesus tersebut yakni jika ingin mencintai dan menjadi pengikutnya yang setia, ikutilah segala perintahnya, agar anda berada dalam kasihnya. Jika anda tidak mengikuti perintahnya, berarti anda tidak mencintai dia.

Kristen :
Saya tetap mencintai Yesus dan menjalankan perintahnya, hanya saja mungkin dengan cara yang berbeda.

Islam :
Justru karena anda jalankan secara berbeda itulah, maka anda menjadi bukan pengikutnya, tetapi pengikut ajaran pendeta atau gereja anda. Apa susahnya anda tinggalkan ajaran manusia dan mengikuti ajaran Yesus? Yang namanya pengikut Yesus, berarti dia harus konsekuen dan konsisten dengan apa yang yesus katakan. Coba anda renungkan sabda yesus ini :
Matius

5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Nah ini berarti bahwa seluruh hukum Taurat itu masih berlaku dan harus anda jalankan, termasuk mengkuduskan hari Sabat. Artinya anda harus tinggalkan beribadah hari Minggu dan kembali ke hari Sabtu. Apalagi seumur hidupnya Yesus hanya beribadah dan mengkuduskan hari Sabat, dan tidak sekalipun Yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu!

Kristen :
Biarlah kita berjalan pada garis masing-masing. Bagi kami, yesus adalah sebagai juruselamat umat manusia. Menurut saya yang penting adalah jaminan keselamatan yang pasti, yaitu bila kita beriman dan percaya kepada Yesus yang telah bangkit pada hari Minggu sebagai hari kemenangannya atas iblis, untuk menebus dosa-dosa manusia.

Islam :
Kalau salah satu jalan keselamatan itu hanya beriman dan percaya kepada yesus, maka semua umat Islam juga beriman dan percaya kepada Yesus yang disebut sebagai nabi Isa As. Menurut saya, keselamatan yang pasti, bukan hanya sekedar beriman dan percaya kepada Yesus, tetapi bagaimana melakukan semua perintahnya dan perintah Tuhannya Yesus yaitu Allah Swt.
Percuma anda hanya beriman dan percaya Yesus, jika semua perintahnya tidak anda lakukan !!!
Yesus beribadah seumur hidupnya pada hari Sabat, anda malah beribadah pada hari Minggu. Bukankah anda telah mengingkari bahkan menghianati beliau? Bukankah apa yang yesus contohkan harus diikuti oleh penganutnya? Coba simak baik – baik sabda Yesus ini :
Matius

7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Saya rasa, ayat ini sangat jelas dan bagus sekali buat anda renungkan, sebab sabda Yesus tersebut jelas sekali dia sendiri yang mengatakan kepada pengikutnya, yang bermakna bahwa keselamatan itu harus melakukan semua kehendak Bapanya yaitu Allah. Jadi pernyataan iman itu harus disertai perbuatan, jika tidak maka sia-sialah iman anda. Kan tadi sudah dibacakan yaitu Yoh 14 :15
Yohanes :

14:15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Ini bermakna, jika anda benar-benar mengasihi dia, ikutilah apa yang dicontohkan dan diajarkan yesus. Jika anda tidak mengikuti jejak beliau, berarti anda tidak mengasihinya bukan?

Kristen :
Rasanya kita tutup saja masalah Sabat dan bagaimana jika kita beralih ke materi lain?

Islam :
Karena sudah cukup larut malam, materi lain kita bicarakan pada hari berikutnya. Aku mau tuntaskan sekali lagi bahwa masih ada yang perlu anda renungkan untuk dibawa tidur pada malam hari, yaitu bagaimana Allah menganjurkan agar mengikuti Perintah-perintahNya.
Ulangan

11:1
“Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya.
1 Raja

8:61
dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini.”
Yesaya

66:22
Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.

66:23
Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.
Firman Tuhan seperti itu sudah sangat jelas, tegas dan sangat rasional. Anak kecilpun paham apa yang Tuhan kehendaki dari isi firman Nya itu. Apakah masih perlu aku jelaskan ?

Kristen :
Terimakasih biar nanti akan kupelajari dirumahku lagi.

Islam :
Kalau tadi adalah ayat-ayat anjuran Tuhan agar mengikuti Perintah dan ketetapan serta Peraturan Nya, maka ada juga ayat-ayat yang berisi ancaman bila anda tidak melaksanakannya. Mudah-mudahan dengan adanya ancaman dari Tuhan, anda akan pikirkan lebih serius lagi, sebab ini menyangkut keselamatan abadi di akhirat nanti. Lebih baik kita tidak disukai manusia, asal disukai dan disayangi oleh Tuhan.
Yesaya

8:20
“Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.
Yakobus

2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Kristen :
Wah….terimakasih….anda begitu menguasai, dan biarlah ini menjadi PR saya. Tetapi kami yakin bahwa kami umat Kristen tetap menghormati dan mengkuduskan Sabat, Cuma harinya saja hari Minggu.

Islam :
Baiklah biarlah semua itu menjadi PR bagi anda. Sekedar renungan, bahwa sebelumnya Tuhan telah informasikan bahwa pada suatu saat nanti hukum-hukumNya serta hari-hari SabatNya akan dibengkokkan orang, dan hal ini telah terbukti hampir semua orang Kristen telah membengkokkannya, termasuk anda sendiri. Coba anda baca Yehezkiel 22: 26.

22:26
Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.
Nah, jika anda ingin meluruskan kembali informasi Tuhan tersebut, maka berbuatlah sesuatu untuk membela firman-firman Allah yang benar, dan jangan sampai anda ikut terjerumus seperti mereka-mereka itu.
Mestinya anda harus menjadi pelopor dalam mengembalikan ke 10 firman Tuhan yang telah mereka obah dan langgar. Kristen protestan adalah agama “reformasi” yaitu apa yang dilakukan oleh Martin Luther. Banyak hal yang berhasil Martin Luter protes, sehingga muncullah agama baru yaitu protestan, tetapi sayangnya, salah satu dari beberapa kegagalan Martin Luther adalah masalah penyucian hari Sabat, yang telah dirobah oleh penguasa Katolik menjadi hari Minggu.
Jika anda merasa benar hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu itu sudah dilanggar bahkan dirobah oleh pemimpin Gereja menjadi hari Minggu, berarti anda dan semua umat Kristen dan Katolik telah melanggar salah satu dari Sepuluh Firman Tuhan tersebut, berarti mereka telah berbuat salah atas seluruh hukum itu. Coba renungkan ayat alkitab ini :
Yakobus

2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
Saya kira ayat ini sangat baik sekali. Bahkan rasanya satu ayat ini telah mewakili seluruh isi dari 10 firman Allah. Artinya hanya dengan melanggar salah satu hukum Tuhan, sama saja telah bersalah atas seluruh hukum itu.

Kristen :
Baiklah saya kira cukup diakhiri sampai disini saja, nanti dilanjutkan besok lagi. Anda sangat luar biasa sekali!!! Terang terang saja, baru kali ini aku ketemu dengan orang yang bisa berdialog sedetail ini. Saya mendapatkan banyak ilmu dan pemahaman dari Bapak. Paling tidak aku mendapatkan banyak wawasan ilmu kristologi dari dialog ini. Saya harap dialog seperti ini bisa diteruskan pada hari-hari berikutnya dengan materi yang lain.

Islam :
Sebelum kita akhiri, saya ingin sampaikan, bahwa apabila anda ingin menjadi orang Kristen yang baik, cobalah anda kritisi kandungan kitab suci anda, karena bukan tidak mungkin banyak ajaran-ajaran yang benar telah diselewengkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab.
Salah satu bukti otentik, yaitu seperti yang kita bahas yaitu masalah keabsahan hari Sabat dalam 10 firman Tuhan. Ternyata hanya sebagian kecil saja yang masih konsisten dan konsekuen memelihara dan mengkuduskan yaitu dari sekte Advent.
Ini berarti sebagian besar telah melanggar kekudusan hari Sabat, padahal ancaman bagi mereka yang melanggar begitu berat, yaitu dihukum mati. Coba anda renungkan jaminan Allah bagi mereka yang memelihara hukum Sabat Tuhan.
Yesaya

58:13
Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,

58:14
maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.
Ingat!!! Tuhan tidak mungkin ingkar janji, apa yang keluar dari mulut Nya, pasti akan terjadi. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam :
Mazmur

89:34
(89-35) Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.
Oleh sebab itu janji yang Dia ucapkan dalam Yesaya 58: 13-14 tadi, merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan dan menyenangkan. Tidak ada lagi kesenangan yang lebih besar selain kesenangan yang langsung diberikan Tuhan atas janjiNya terhadap mereka yang taat menjalankan hukum-hukum Nya.
Bayangkan saja, janji dan jaminan Nya begitu menggiurkan, begitu menjanjikan kesenangan yang tiada tara hanya karena memelihara salah satu hukumNya saja, yaitu memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, apalagi jika anda menjalankan semuanya, sungguh luar biasa!!!

Kristen :
Baiklah. Semoga semua ini menjadi PR bagiku. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas diskusi kita pada malam hari ini, terimakasih juga telah merepotkan bapak menyediakan minuman dan makanan. Kalau boleh besok kita ganti dengan materi yang lain saja, dan saya kira masalah hari Sabat kita tutup saja sampai disini.

Islam :
Terimakasih kembali. Dan saya mohon maaf jika selama kita berdialog, ada kata-kata yang salah atau menyinggung perasaan anda. Apa yang saya sampaikan itu bukan dari pikiran saya, kemauan dan kehendak saya sendiri, tetapi semua itu berdasarkan dalil-dalil yang saya ambil dari kitab anda sendiri. Saya hanya sekedar menunjukkan apa yang mestinya anda ketahui, anda pelihara dan anda amalkan.
Saya yakin, jika anda benar-benar ingin mencari jalan yang benar, Insya Allah Tuhan akan membimbing anda pada ajaran yang hakiki dan yang diridhoi Nya.
Amin.

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Jumat, 05 Agustus 2011

Keyakinan keyakinan yang telah mengubah agama Kristen

Oleh : Mamduh Farhan Al-Buhairi

Sesungguhnya telah menjadi jelas bagi seluruh peneliti agama Kristen bahwa agama Kristen telah berubah dan menjadi agama bikinan setelah dulunya adalah agama ilahiyah samawiyyah. Agama Kristen aslinya adalah sebuah risalah dari risalah-risalah Ilahiyah, sebagaimana risalah Nuh dan Musa ‘alaihsshalatu wassalaam. Seluruh risalah ilahiyah telah bersepakat dalam masalah aqidah yang pokok bagi sebuah agama samawi, seperti beriman bahwa Allah adalah tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya, bahwa Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan; beriman kepada para malaikat, beriman kepada hari akhir; beriman pula kepada taqdir, baik dan buruknya; beriman dengan para Rasul dan para Nabi.
Tidak pernah disebutkan dalam seluruh sejarah dan sejak Nabi Adam ‘alaihis salaam hingga Nabi terakhir yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ada satu risalah ilahiyah menyelisihi keyakinan-keyakinan tersebut. Khilaf (perbedaan) antara risalah-risalah itu hanyalah berkaitan dengan macam peribadatan, perkara-perkara yang diharamkan, dan hal-hal mubah yang Allah Subhana wa Ta’ala telah mensyariatkannya kepada para Nabi-Nya alaihis salaam ajma’in dan memerintahkan mereka untuk menjelaskan kepada manusia yang menjadi umatnya.
Jadi, asal agama Kristen adalah risalah ilahiyah yang mengajak kepada iman bahwasannya Allah Jalla Dzikruhu itu Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Dia tidak beranak dan diperanakkan. Dikuatkan dengan adanya para Rasul dan Nabi milik Allah ‘Azza wa Jalla yang Allah ‘Azza wa Jalla telah memilih mereka dari sekian manusia guna menyampaikan nisalah-Nya kepada manusia agar tidak ada lagi alasan bagi manusia atas Allah ‘Azza wa Jalla setelah pengutusan para Rasul.
Lalu keyakinan-keyakinan apakah yang telah merubah agama Kristen hingga menjadikan pribadi al-Masih ‘alaihis salaam sebagai pribadi mitos yang mustahil bisa dipercaya?
1. Keyakinan orang Nasrani bahwa aI-Masih adalah PUTRA tunggal ALLAH.
Keyakinan ini tidaklah memiliki satu penguat pun dan ucapan al-Masih ‘alaihis salaam. Bahkan kita mendapatkan bahwa Taurat dan Injil penuh dengan perkara yang menentang dan berseberangan dengan keyakinan ini. Di mana disebutkan dalam Injil Yohanes:
19:6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: “Saliblahkan Dia, salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.”
19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menjadikan diri-Nya sebagai Anak Allah.”
Injil Matius mengeluarkan lnjilnya dengan menyebut nasab Yesus:
1:1. lnilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Maka nasab ini adalah sebuah dalil akan kemanusiaannya, bersebenangan dengan klaim ketuhanan yang ada padanya.
Dalil bahwa penyebutan Anak Allah bukanlah dimaksudkan sebagai Tuhan adalah penyebutan itu di kitab-kitab Kristen juga diperuntukkan bagi Nabi yang lain, bahkan umat-umat dan suku-suku lainpun diberi sifat ini, dan tidak hanya al-Masih ‘alaihis salaam saja. Lihat:
Keluaran: 4:22. Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
Mazmur:2:7.Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada han ini.
Tawarikh I: 22:9. Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dan segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya.
Tawarikh I: 22:10. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan dialahyang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya.
Matius: 5:9. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Lukas: 3:38. anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.
Sebagaimana Injil Yohannes: 1:12. telah membawa kita kepada makna istilah Anak Allah yaitu bermakna orang yang beriman kepada Allah, dimana dikatakan di dalamnya: ”Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
2. Keyakinan orang-orang Kristen bahwa al-Masih adalah Tuhan bersama Allah ‘, bahkan dia adalah oknum kedua dan TRINITAS menurut mereka.
Di saat kita membuka lembaran-lembaran Perjanjian Baru untuk melihat asas yang membangun keyakinan ini maka kita tidak akan menemukan satu ucapan atau pengakuan al-Masih ‘alaihis salaam akan keyakinan ini. Bahkan kita akan terkejut, bahwa di antara lipatan Perjanjian Baru ternyata mengandung nash-nash yang menolak keyakinan tersebut serta mengumumkan dengan jelas serta terang-terangan bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah Azza wa Jalla, dan bahwa al-Masih ‘alaihis salaam adalah hamba dan utusan-Nya, yang telah Dia utus untuk Bani Israil sebagai pembenar Taurat dan lnjil.
Nash-nash yang menguatkan hal itu adalah sebagai berikut:
AI-Masih ‘alaihis salaam berkata dalam Injil Barnabas (94:1): “Aku mengaku di hadapan surga, dan meminta kesaksian dan semua yang hidup di muka bumi, bahwa aku adalah seorang asing bagi semua orang yang telah berkata tentang aku, yakni, bahwa aku lebih daripada seorang manusia biasa. Karena aku, yang lahir dan seorang perempuan, takluk kepada
penghakiman Allah; yang hidup di sini seperti semua orang lainnya, sama-sama dapat mengalami pendenitaan yang sama’ (Rata-rata Kaum Kristen mengingkari Injil Barnabas).
Lukas dan Columbus pun menyaksikan kemanusiaan al-Masih ‘alaihis salaam keduanya berkata:
Seorang dan mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”Kata-Nya kepada mereka:”Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. (Lukas: 24:18,19).
Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita7 dan “Allah telah melawat umat-Nya’ Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. (Lukas 7:16,17).
Hal orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dan Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Para Rasul 2:22).
Juga ucapan al-Masih ‘alaihis salaam:
lnilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes: 17:3).
3. Keyakinan bahwa sifat Ketuhanan menyatu dengan sifat kemanusiaan.
Di saat kita mempelajari pengajaran al-Masih, kita akan mendapatkan bahwa dia belum pernah mengisyaratkan hal ini sama sekali. Bahkan sebaliknya dia telah mengajarkan keyakinan keesaan yang murni dan segala noda kesyirikan. Dalil paling nyata dalam hal ini adalah ucapan al-Masih ‘alaihis salaam :
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: dengarlah, hai orang lsrael,Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus: 12:28,29).
4. Keyakinan bahwa Allah terdiri dan 3 oknum yang dikenal dengan istilah TRINITAS.
Ini adalah sebuah keyakinan yang agama Kristen bersendirian di dalamnya di antara seluruh agama ilahiyah. Padahal orang yang memperhatikan dengan obyektif terhadap perkataan al-Masih ‘alaihis salaam pada poin ketiga di atas akan mendapati bahwa dia telah menjadikan asas (dasar) risalahnya adalah berdakwah (mengajak) kepada mengesakan Allah ‘Azza wa Jalla, membersihkan-Nya dan segala penyerupaan dengan makhluk-Nya, melepaskan kedudukan ketuhanan dan segala sesuatu selain Allah, serta merealisasikan kedudukan peribadatan hanya untuk Allah ‘Azza wa Jalla semata. Namun, sekalipun demikian, orang-orang Kristen yang telah berubah agamanya mengeklaim bahwa Allah Subhana wa Ta’ala memiliki tiga oknum yang sejajar; Bapak (Tuhan pertama), Anak (Tuhan kedua), dan Roh Kudus (Tuhan ketiga).
5. Keyakinan Kristen bahwa al-Masih telah disalib dengan perintah Pilatos, dan wafat di tiang salib.
Keyakinan ini disebutkan dalam al-Kitab:
“Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mali, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada han itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” (Ulangan: 21:22,23).
Maka perhatikanlah bagaimana Tuhan Nasrani itu terlaknat berdasarkan nash(dalil-dalil) dari kitab-kitab mereka sendiri. Akan tetapi mereka menyelisihi diri-diri mereka sendiri dalam sumber- sumber lain; seperti:
Lukas (4:29,30) : “Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia
tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dan tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dan tengah-tengah mereka, lalu pergi”.
Yaitu bahwasannya Allah Jalla Dzikruhu melindungi al-Masih ‘alaihis salaam serta menjaganya dan tipu daya dan makar orang Yahudi, hingga mereka tidak bisa menyalibnya.
Yohanes (8:59) : Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Yohanes (10:39) : Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dan tangan mereka.
Ini adalah nash-nash —selain itu masih banyak- yang menguatkan bahwa Allah Subhana wa Ta’ala melindungi al-Masih ‘alaihis salaam dari tipu daya dan makar orang Yahudi.
Terdapat juga nash- nash yang menetapkan bahwa Yahudi belum tahu pasti rupa al-Masih ‘alaihis salaam hingga mereka mengupah orang yang menunjukkan kepada mereka terhadap al-Masih ‘alaihis salaam (Yaitu Judas Iscariott), dan mereka memberinya upah atas hal itu. Lihat ayat berikut :
Matius (27:3,4) : Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah’ Tetapi jawab meneka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”
Sebagaimana al-Masih ‘alaihis salaam sendiri telah membenitakan bahwa semua orang akan ragu-ragu tentang berita pada malam terjadinya kejadian itu, dia berkata dalam al-Kitab:
And Jesus saith unto them, All ye shall be offended because of me this night: for it is written, I will smite the shepherd, and the sheep shall be scattered. (Mark:14:27).
Artinya : Dan berkatalah Yesus kepada mereka, ‘Sesungguhnya Kalian semua akan ragu-ragu tentang Aku pada malam ini. Dikarenakan telah tertulis bahwa Aku akan memukul para penggembala lalu bercerai-berailah domba-domba.’(Markus: 14:27).
Perlu diketahui bahwa terjemahan Injil dengan bahasa Indonesia untuk teks ini menyelesihi yang berbahasa Inggris, dimana disebutkan di dalam terjemahan resmi:
Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gernbala dan domba-domba tu akan tercerai-berai. (Markus: 14:27).
Dan dalam terjemahan bahasa sehari-hari:
Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Kamu semua akan Ian meninggalkan Aku. Sebab dalam Al-kitab tertulis, ‘Allah akan rnembunuh gembalanya, dan kawanan dombanya akan tercerai-berai.’ (Markus:14:27).
Sementara disebutkan dalam Kisah Para Rasul (1:11): ‘...Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu...’
Jadi sumber-sumber itu berselisih dalam penetapan hakikat penyaliban, dan seorang yang meneliti lagi obyektif akan mengeluarkan hasil berikut ini:
• Bahwa orang yang digantung di atas kayu salib adalah orang yang dilaknat.
• Bahwa Allah melindungi dan menjaga al-Masih dan salib.
• Al-Masih telah mengabarkan bahwa semuanya akan ragu-ragu tentang urusannya pada malam.
• Bahwasanya Allah mengangkatnya ke langit.
Di sini berhak bagi kami untuk bertanya, ‘Mengapa salib menjadi barang suci di dalam agama Kristen? Padahal dia adalah penyebab musibah al-Masih ‘alaihis salaam sebagaimana kalian yakini? Bukankah telah dilaknat orang yang tergantung padanya? Bukankah itu adalah alat kejahatan dan kenangannya?! Kemudian,jika al-Masih tidak disalib menurut riwayat kalian yang lain, lalu mengapa salib menjadi sesuatu yang diberikan perhatian besar oleh orang-orang Kristen?!
Jika Anda sekalian terus mengakui bahwa dia mati terbunuh di atas tiang salib, maka kami ingin Anda sekalian menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
a.Siapa yang memegang langit dan bumi saat Tuhan dan Penciptanya tenikat di Salib?
b.Bagaimana bisa digambarkan keberadaan segala yang ada ini selama tiga hari tanpa ada
Tuhan yang mengurus dan menjaga kestabilannya?
c.Lalu siapa yang menghidupkan, atau mematikan, dan memberi rizqi kala itu?
d.Bagaimana keberadaan segala yang ada ini saat Tuhannya terada di dalam kuburnya?
e.Siapakahyang mematikan-Nya,dan siapa pula yang menganugerahkan kehidupan kepada-Nya?
6. Keyakinan Kristen bahwa al-Masih ‘alaihis salaam mati tersalib sebagai tebusan, dan penghapus kesalahan yang diwariskan.
Aqidah ini, betapapun perselisihannya terhadap akal dan logika, maka dia juga menyelisihi kaidah pokok, serta nash-nash pokok dalam al-Kitab. Di antara kaidah-kaidah itu adalah:
• Bapak tidak akan dibunuh sebagai ganti anak-anak.
• Bahwa setiap orang mati dengan dosanya.
• Bahwa orang yang berbuat salah, dialah yang akan mati.
• Bahwa Allah menerima taubatnya orang-orang yang bertaubat.
7.Wajibnya Perjamuan Tuhan.
Tatkala Matius dan Markus, masing-masingnya menyebutkan kisah Jamuan Tuhan, keduanya tidak menyebutkan bahwa hal itu dengan perintah al-Masih yang menjadikan perbuatan itu sebagai ibadah dan ritual yang dilakukan terus menerus. Akan tetapi Paulus, tatkala dia hendak menjadikan ibadah ini sebagai tabiat terus menerus, dia tambahkan pada kisah tersebut kalimat berikut:”. . . perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku’ (Korintus 11:24) (AR)*
Rujukan al-Kitab:
- Bahasa Indonesia dan lnggris: Program al-Kitab 2.70 oleh JF. Kasenda, dengan rujukan situs Yayasan Sabda di http:// www.sabda.org. Yang seluruh teks Alkitab tersebut adalah hak cipta Lembaga Alkitab Indonesia LAI.
- Bahasa Arab: http://www.stmaryelgolf/. corn/readings.


Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Kamis, 04 Agustus 2011

Gereja Katolik Irlandia Terus Tutupi Kasus Pelecehan Seks Para Pastor

DUBLIN, IRLANDIA (voa-islam.com) - Sebuah laporan yang disponsori pemerintah Irlandia mengatakan pada Rabu bahwa hirarki Gereja Katolik di Irlandia terus menyembunyikan pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh para pastor bahkan setelah mereka memperkenalkan aturan pada pertengahan 1990-an untuk melindungi anak di bawah umur.

Pembukaan rahasia pemerkosaan dan pemukulan oleh anggota orde religius dan para pastor di masa lalu terhadap telah menghancurkan peran dominan Gereja Katolik di Irlandia.

Tapi laporan terbaru dalam penanganan klaim pelecehan seks di keuskupan Cloyne, di County Cork, menunjukkan bahwa para pastor senior masih mencoba untuk menutupi dugaan pelecehan tersebut sampai hari ini.

"Ini bukan katalog kegagalan dari era yang berbeda. Ini bukan tentang Irlandia 50 tahun lalu.. Ini adalah tentang Irlandia sekarang," kata Menteri untuk Anak Frances Fitzgerald dalam sebuah konferensi pers.
..laporan terbaru dalam penanganan klaim pelecehan seks di keuskupan Cloyne, di County Cork, menunjukkan bahwa para pastur senior masih mencoba untuk menutupi dugaan pelecehan tersebut sampai hari ini..
Fokus pada 19 pastur

Laporan itu, yang berfokus pada 19 Imam Katholik yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak selama periode dari Januari 1996 hingga Februari 2009, mencatat bagaimana keuskupan tersebut gagal untuk melaporkan semua keluhan pelecehan seksual kepada polisi dan tidak melaporkan setiap keluhan kepada otoritas kesehatan antara 1996 hingga 2008 .

Uskup yang sebelumnya bertanggung jawab atas keuskupan Cloyne, John Magee, berbohong kepada pihak berwenang bahwa ia telah melaporkan semua dugaan pelanggaran tersebut ke polisi, kata laporan itu.

Ia mengundurkan diri pada Maret tahun lalu setelah penyelidikan Gereja mengatakan penanganannya terhadap tuduhan pelecehan telah menunjukkan anak-anak pada resiko.

Magee mengeluarkan permintaan maaf kepada para korban pada hari Rabu atas kegagalannya untuk melaporkan pelecehan dan mengatakan dia berharap laporan itu akan "memberikan awal yang baru yang kita semua harapkan pada tahun 1996."

Pemerintah Irlandian tengah  mengirimkan undang-undang kepada parlemen yang bisa memenjarakan para Imam Katholik sampai lima tahun penjara jika mereka gagal untuk melaporkan kepada pihak berwenang informasi tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak, kata Menteri Kehakiman Alan Shatter.
..Pemerintah Irlandian tengah  mengirimkan undang-undang kepada parlemen yang bisa memenjarakan para Imam Katholik sampai lima tahun penjara jika mereka gagal untuk melaporkan kepada pihak berwenang informasi tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak..
Vatikan "sama sekali  tidak membantu"

Laporan ini juga mengkritik Vatikan karena "sama sekali tidak membantu" dengan menggambarkan pedoman gereja Irlandia tentang bagaimana untuk menangani tuduhan pelecehan sebagai "hanya sebuah dokumen studi."

"Pedoman gereja tidak diterapkan dan cukup jelas juga bahwa Vatikan terlibat dalam hal itu," kata Shatter. Pemerintah akan memutuskan apakah akan segera memanggil duta kepausan, wakil Paus di Irlandia, atas masalah ini, katanya.

"Itu hanya pergi untuk menunjukkan kita tidak bisa mempercayai kata-kata Gereja dan bahwa adalah sesuatu yang sangat menyedihkan untuk mengatakan hal tersebut," kata Maeve Lewis, ketua kelompok orang yang selamat dari perlakuan kejam One in Four.

"Saya tidak percaya selama satu menitpun bahwa Cloyne adalah keuskupan nakal, yang berbeda dari yang lain."

Laporan itu mengatakan bahwa pedoman Gereja yang akan melindungi anak-anak telah mereka implementasikan. Perasaan sakit para korban yang mengadukan tindakan pelecehan seksual oleh para pastor diperparah oleh kenyataan bahwa penyiksa mereka tampaknya tidak mengalami adanya sanksi setelah pelecehan terungkap.

Salah satu tuduhan pelecehan terhadap seorang gadis cilik berusia sembilan dihentikan oleh para penyidik yang menganggapnya​​hanya "lebih sebagai keakraban" semata, terlepas dari kenyataan bahwa pastor tersebut telah mengakui melakukan pelecehan terhadap gadis cilik tersebut di masa lalu.

'Penindasan seksual mendalam'
..Para korban pelecehan seksual itu berpendapat bahwa dalam pertemuan mereka dengan para pejabat tinggi Gereja, perhatian satu-satunya dari petinggi gereja adalah melindungi institusi gereja daripada kesejahteraan anak-anak..
Pastor lain memerintahkan penentangan saran dari psikolog yang menemukan bukti dari "penindasan seksual mendalam" dan bukti psikosis. Tidak ada laporan yang dibuat ke polisi meskipun keluhan oleh tiga pemuda yang mengatakan para imam itu membuat mereka mabuk dan melecehkan mereka.

"Tanpa kecuali, (korban) merasa bahwa mereka telah dikecewakan oleh institusional Gereja tersebut," kata laporan itu.

"Para korban pelecehan seksual itu berpendapat bahwa dalam pertemuan mereka dengan para pejabat tinggi Gereja, perhatian satu-satunya dari petinggi gereja adalah melindungi institusi gereja daripada kesejahteraan anak-anak."

Seorang uskup bahkan meresmikan pernikahan salah satu korbannya, kata laporan itu.

Laporan ini adalah yang keempat oleh sebuah komisi pemerintah di Irlandia. Sebuah laporan tahun 2009 yang menyebar luas tentang penganiayaan anak oleh para imam di Keuskupan Agung Dublin antara tahun 1975 dan 2004 mengatakan Gereja di Irlandia secara "obsesif" menyembunyikan pelecehan sexual tersebut.

Kepala Gereja Katolik di Irlandia Kardinal Sean Brady mengeluarkan permintaan maaf untuk mengekspresikan "rasa malu dan kesedihan" atas apa yang terjadi.

Rilisan laporan tersebut menandai "satu hari gelap" bagi Gereja Katolik di Irlandia, katanya. (st/msnbc)

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Rabu, 03 Agustus 2011

Konsep Ketuhanan yang Benar



agama
Konsep Ketuhanan Yang Benar
(Habib Utsman bin Abdullah bin Aqil bin yahya, Sifat Dua Puluh hal 5-7.)

Tuhan telah menganugerahkan kita dengan akal budi sehingga kita dapat membedakan antara yang haq (yang benar) dengan yang bathil (yang tidak benar). Sebagaimana bapak kita Ibrahim telah dapat mengetahui mana Tuhan yang benar dan mana yang bukan Tuhan.

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".  Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin.  Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam". Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat".  Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.  [QS. Al-An�am (6): 74-79]
 
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, yang telah mengaruniakan kita akal dan memperkenalkan Diri-Nya kepada kita melalui para Nabi suci utusan Allah dan melalui firman-firman-Nya baik yang tertulis maupun yang berupa alam semesta dari ujung ke ujung. Dengan akal dan Kitab Suci Al-Qur`an, maka dapatlah kita membedakan dan mengenali, siapa Tuhan yang benar dan siapa atau apa yang bukan Tuhan.
Sebagai manusia yang berakal, maka dapatlah kita mengetahui Siapa yang layak disebut Tuhan.

PERTAMA, Tuhan haruslah Ada, mustahil Tuhan itu bersifat tidak ada. Sesuatu bisa disebut Ada, kalau ia ada dengan sendirinya. Sebab �Ada� adalah kata aktif, bukan pasif. Jadi segala sesuatu yang �diadakan� maka dia bukanlah Tuhan, sebab sifatnya �diadakan�, bukan �Ada�. Umpamanya ada orang lumpuh, dia dibantu dan digerakkan atau diposisikan sehingga ia berada pada posisi duduk. Maka sebenarnya ia tidak duduk akan tetapi didudukkan. Ketika ia ditopang oleh orang lain sehingga berada pada posisi berdiri, sebenarnya ia tidak berdiri, melainkan didirikan. Tuhan tidak diadakan. Tuhan itu Ada tanpa diadakan.

Allah Yang Menciptakan langit dan bumi serta yang berada diantara keduanya. [QS. As-Sajdah (32): 4]
Tidak pantas jika kita menyembah sesuatu yang diciptakan. Tidak pantas jika manusia menyembah Isa as., Uzair as, patung, Fir�aun, pohon, dewa-dewa, jin, malaikat, dsb. Sebab mereka semua diciptakan. Sesuatu yang diciptakan bukanlah Tuhan. Justeru Tuhan itulah yang mencipta segala yang ada. Allah berfirman dalam Al Qur`an surah Al-Anbiya` ayat 30 yang artinya:
, �  Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. [Fushshilat: 11-12]Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan
 Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? [Al-Anbiya`: 30], kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. [Adz-Dzariyat: 47]
 itu. [Kejadian 1:1-2 TL]; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka Bahwa pada mula pertama dijadikan Allah akan langit dan bumi. Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu hal yang ketutupan kelam
Pada tahun 1929, A.E. Hubble seorang astronom berkebangsaan Amerika menghadirkan sebuah penemuan besar. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia mendapati cahaya dari bintang-bintang itu berubah ujung spektrumnya menjadi merah. Hal ini berarti, bintang tersebut menjauh dari tempat observasi. Artinya bintang menjauhi bumi secara tetap. Sebelumnya ia juga mendapati bahwa galaksi-galaksi dan bintang-bintang bergerak saling menjauh satu dengan yang lainnya. Ini menjelaskan bahwa ternyata alam semesta ternyata meluas �tidak statis sebagaimana diklaim oleh kaum atheis. Alam semesta yang meluas ini menunjukkan bahwa jika alam semesta dapat bergeak mundur dalam hal waktu, maka didapati bahwa alam semesta berasal dari �titik tunggal�. Perhitungan menunjukkan bahwa titik tunggal ini, mengandung pengertian semua zat atau materi yang ada di alam semesta, mempunyai �volume nol� dan �kerapatan tak terbatas. Alam semesta tercipta melalui ledakan titik tunggal yang bervolume nol ini. Ledakan luar biasa dahsyatnya yang disebut Ledakan Dahsyat (Big Bang) ini menandai dimulainya alam semesta. Adapun yang dimaksud dengan �volume nol� adalah ketiadaan.Harun Yahya, ]

Ini adalah bukti bahwa agama Islam bukanlah takhyul. Sebab keyaqinan bahwa alam semesta itu diciptakan oleh Allah dapat dijelaskan secara ilmiah. Justeru teori yang mengatakan bahwa alam semesta ini tidak diciptakan itulah yang merupakan kepercayaan takhyul yang tidak logis, tidak masuk aqal, tidak ilmiah, jahil, sesat. Jika tidak diatur oleh Allah, mana mungkin sebuah ledakan dahsyat dapat menghasilkan tatanan yang teratur seperti yang kita lihat pada alam semesta. Sebagaimana kita ketahui, setiap ledakan itu hanya menghasilkan kekacau-balauan. Tidak mungkin ledakan dinamit menghasilkan bangunan megah yang kokoh dan indah. Tanpa Kekuasaan Allah, tentu zat-zat itu akan berhamburan tanpa kontrol. Tetapi pada kenyataannya, setelah peristiwa Big Bang, zat-zat itu bergerak dengan kecepatan dan arah yang sangat terkendali. Tentu saja Allah Yang telah menahan zat-zat tersebut agar tidak berhamburan tanpa kendali.
Maka patut bagi kita untuk berdzikir/ingat kepada Allah pada tiap-tiap yang maujud. Dzikir itu dapat dilakukan dengan banyak cara, misalnya dengan menyebut Asma Allah atau memujiNya dengan lisan dan juga meyaqini dengan hati; bisa juga dengan mengingat ni�mat yang telah Allah berikan; berfikir tentang keindahan dan keteraturan yang ada pada ciptaan Allah termasuk diri sendiri; mengambil pelajaran dari tokoh-tokoh terdahulu; mengambil pelajaran dari musibah dan peristiwa; dsb.

KEDUA, Tuhan haruslah Yang Terdahulu. Tuhan tidak didahului oleh ketiadaan. Sesuatu yang diawali dengan ketiadaan berarti sifat aslinya adalah tiada. Sedangkan kita sudah sepakat bahwa Tuhan itu sifat aslinya adalah �Ada�. Dia Ada karena Dia memang Ada, jika diawali ketiadaan, kemudian menjadi Ada, lalu siapa yang membuat dia menjadi �Ada�? Maka yang membuat menjadi �ada� itulah Tuhan, dan Tuhan tidak mungkin diadakan. Tuhan haruslah Terdahhulu.

Maka tidak pantas kita menyembah sesuatu yang didahului oleh ketiadaan. Astrofisikawan terkenal, Hugh Ross menuturkan, �Jika permulaan waktu bersamaan dengan awal keberadaan alam semesta, seperti dijelaskan teorema-angkasa, maka penyebab alam semesta harus merupakan kesatuan yang berfungsi dalam suatu dimensi waktu yang sepenuhnya terpisah, dan sudah ada sebelumnya. Kesimpulan ini sangat penting untuk pemahaman kita tentang Siapa Yang Tuhan dan siapa/apa yang bukan Tuhan. Rabb bukanlah alam semesta (makhluq) itu sendiri dan tidak terkandung dalam alam semesta (baik ruang maupun waktu).�[Harun Yahya, Mengenal Allah Lewat Akal, hal. 23]
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. [QS. Al-Ikhlash (112): 3]
Dia Yang Awwal dan Yang Akhir. [QS. Al-Hadid (57) : 3]
Akulah Yang Awal dan Akulah Yang Akhir, tidak ada Allah selain daripada-Ku. [Yesaya 44: 6]

KETIGA, Tuhan haruslah Kekal, tidak mungkin Tuhan itu sementara. Allah Ada, Allah adalah Yang Akhir, ketika semua makhluq telah binasa, Allah tetap Ada. Allah tidak mengalami sakit, tidak mengantuk, tidak tidur, tidak lelah, apalagi binasa.
Dan kekal Dzat Allah Yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan [Ar-Rahman (55): 27]

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. [Alquran 2:255]

Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. [Yesaya 40:28]
Maka tidak pantas kita menyembah sesuatu yang mengalami sakit, lelah, apalagi binasa. Dalam Alkitab dikatakan:
 disebabkan perjalanan, sebab itu ia duduk di pinggir sumur itu. [Yohanes (4): 6]Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat
. [Matius (8): 24]Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditelan gelombang, tetapi Yesus
Disebabkan alam semesta -termasuk kita- tidak kekal, maka sudah semestinya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dan hari berbangkit.

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-A�raf: 56)
Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). (Q.S. An-Naazi�aat: 34-41)

Untuk memahami tentang semunya alam semesta dan relativitas waktu, kami jelaskan sedikit disini bahwa alam semesta itu seperti mimpi. Materi hanyalah imajinasi. Sewaktu kita bermimpi, kita merasa bahwa kita berjalan, bergerak, menyentuh sesuatu, merasakan sesuatu, mendengar sesuatu; padahal itu hanyalah imajinasi. Tetapi imajinasi yang kita rasakan dalam �alam nyata� adalah tanda dari apa yang akan kita alami di alam berikutnya. Apakah kita akan �terbangun dari mimpi� kemudian merasakan �mimpi� indah, atau kita �terbangun dari mimpi� kemudian merasakan �mimpi� buruk.
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. Yaa Siin: 51-54)

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (Q.S. An-Naazi�aat: 46)
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (Q.S. Al-Baqarah: 259)

Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (Q.S. Al-mu`minun: 112-114)
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (Q.S. Al-Hajj: 47)

Mungkin Anda pernah melihat film flora tentang pertumbuhan sebuah benih. Anda melihat benih itu tumbuh hanya dalam beberapa detik saja hingga ia menjadi tumbuhan dewasa. Padahal kenyataannya untuk tumbuh menjadi tumbuhan dewasa diperlukan waktu berminggu-minggu. Ketahuilah bahwa apa yang Anda lihat dalam film itu adalah peristiwa yang dipercepat. Tetapi si film �seandainya ia dapat merasa seperti manusia- tidak merasa bahwa ia sedang menjalani percepatan. Ia merasa normal. Ia merasakan tiap frame dengan normal. Ia merasakan siang dan malam silih berganti dengan normal. Tetapi itu adalah perhitungan si film. Sedangkan bagi kita siang dan malam �mulai dari benih hingga menjadi tumbuhan dewasa- pada si film terjadi hanya dalam waktu beberapa detik. Ternyata perhitungan si film terhadap dirinya berbeda dengan perhitungan kita terhadap si film.

KEEMPAT, Tuhan haruslah berbeda dengan alam semesta. Tidak mungkin Tuhan itu sama dengan ciptaan-Nya. Allah Mahakuasa, sedang makhluk adalah lemah, namun Allah yang memberi mereka kekuasaan.
Tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. [QS. Al-Ikhlash (112): 4]
Tiada yang serupa dengan Dia sesuatu pun. [QS. Asy-Syura (42): 11]
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. [Yesaya 40: 29]
Siapakah seperti Aku? [Yesaya 44:7]

KELIMA, Tuhan tidak butuh kepada yang lain. Tuhan tidak butuh makan, tidak lapar, tidak haus, tidak butuh air, tidak butuh udara, tidak butuh alam semesta. Ketakwaan dan kejahatan kita tidak berpengaruh kepada Kekuasaan dan Kerajaan Allah.
Sesungguhnya Allah Yang Kaya tidak butuh kepada alam semesta. [QS. Al-Ankabut (29): 6]
Maka tidak pantas jika kita menyembah sesuatu yang faqir. Tidak pantas kita menyembah sesuatu yang membutuhkan makanan dari Allah.

. Dekat jalan ia melihat pohon Ara, lalu pergi ke situ, tetapi ia tidak menemukan apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. [Matius (21): 12-13]Pada pagi hari dalam perjalanannya ke kota, Yesus merasa
Ayat Alkitab di atas menunjukkan bahwa Isa itu hanyalah manusia biasa yang merasakan lapar, dan beliau tidak tahu, kapan musim buah Ara. Faqir (membutuhkan sesuatu yang selain dirinya) dan tidak tahu bukanlah sifat Tuhan.

KEENAM, Tuhan itu Esa, Tunggal. Tidak mungkin Tuhan itu berbilang atau terpisah-pisah. Tidak mungkin sebagian dari Tuhan ada di sorga dan sebagian lagi ada di bumi.
Katakanlah wahai Muhammad: Allah itu Esa. [QS. Al-Ikhlash: 1]
Yesus menjawab, �Hukum yang terutama adalah �Dengarlah wahai orang Israel, TUHAN Allah kita, TUHAN itu Esa.�� [Mrk. 12 : 29]

KETUJUH, Tuhan itu Mahaberkuasa dan Menguasai. Kekuasaan Tuhan bukanlah pemberian dari yang lain. Sedangkan makhluq tidak berkuasa. Makhluq sifatnya lemah, lumpuh, tidak bisa berbuat apa-apa, maka makhluq tidak berbuat apa-apa. Yang Berbuat hanyalah Allah. Tetapi ingat, Allah Maha Tahu, Maha Adil, Maha Bjaksana. Sedangkan manusia sangat bodoh dan zhalim. Apa yang diketahui manusia sangat sedikit jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahui oleh manusia. Maka tidak pantas manusia menyombongkan dirinya yang lemah. Sungguh tiada daya untuk menghindari kejahatan dan tiada kekuatan untuk berbuat kebajikan kecuali dengan Kasih-Sayang dan Kuasa Allah. Dalam Al-Qur`an dan Alkitab (Matius 21:23-27) dijelaskan bahwa kuasa Yesus adalah berasal dari ALLAH, bukan dari dirinya sendiri.
Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. [QS. Al-Baqarah (2): 20]

Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan. [QS. Ya Sin (36): 83]
; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman." [Q.S. Ali �Imran: 49]; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan

, itulah yang memberikan kesaksian tentang aku (bahwa aku adalah seorang rasul). [Yohanes 10:25]Pekerjaan-pekerjaan yang kulakukan
 kuasa kepadanya (kepada Yesus) [Yoh. 5:27]Dan Ia (ALLAH) telah
. [Yoh. 5: 19, 21]Yesus berkata: Anak tidak mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri � Anak menghidupkan barangsiapa
Yesus berkata: Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri. [Yoh. 5: 30]
segala kuasa...� [Mat. 28:18]Yesus berkata: �Kepadaku telah

KEDELAPAN, Tuhan itu Mahaberkehendak dan berbuat seperti apa yang Dia kehendaki, bukan seperti yang dikehendaki oleh pihak lain. Allah Yang Berkehendak. Apa yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi. Jika Ia Menghendaki sesuatu, maka ia cukup berfirman, �Kun (Jadi)�, maka terjadilah (lihat Yaa Siin ayat 82). Dan Allah adalah Yang Baik. Yang dikehendaki oleh Allah adalah kebaikan. Tetapi kebodohan manusia tidak dapat menembus Hikmah Al Hakam.

Setiap peristiwa itu berhubungan dengan waktu. Jika Allah Berkalam, �Kun� pada setiap peristiwa dan waktu berarti Allah terperangkap pada waktu? Tidak, tidak demikian. Allah Berkalam, �Kun� dan semua peristiwa dari awal hingga akhir di alam semesta tercipta. Tetapi manusia merasakan tiap frame dari kehidupan secara bergantian sehingga mereka merasa bahwa waktu itu ada. Padahal waktu, sebagaimana materi, hanyalah imajinasi.

Anda mungkin pernah bermimpi yang mana dalam mimpi tersebut Anda merasa menjalaninya dengan sangat lama. Tetapi sewaktu Anda terbangun, ternyata Anda hanya tertidur selama beberapa puluh menit. Apa yang Anda rasakan sebagai waktu ternyata hanyalah imajinasi.
Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. [QS. Al-Buruj (85): 16]

.� [Yohanes 5:30]Yesus berkata: �Aku tidak menuruti kehendakku sendiri, akan tetapi
Aku datang bukan atas kehendakku sendiri, akan tetapi atas kehendak Dia yang mengutus aku. [Yoh. 8:42]
Maka jelaslah bahwa Yesus dikuasai oleh kehendak dan kuasa ALLAH. Yesus tidak berkuasa atas dirinya sendiri. Bagaimana mungkin Tuhan dikuasai? Maka Yesus bukanlah Allah, dia bukanlah Tuhan. Yesus hanyalah utusan Tuhan.

KESEMBILAN, Tuhan itu Mahatahu dan Dia Mengetahui. Allah Mengetahui segala sesuatu, walupun sesuatu itu, menurut kita, belum terjadi. Allah Mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang tersingkap. Sedangkan Yesus tidak Mahatahu.
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [QS. Al-Hujurat: 16]

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang saat itu (hari akhir), kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (kepada saat itu, hari berbangkit). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. [QS. An-Nazi�at (79): 42-46]

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. [Matius 24:36]

KESEPULUH, Tuhan itu Hidup. Hidup Tuhan tidak berasal dari siapa pun, melainkan Tuhan Hidup dengan Sendiri-Nya. Dan mustahil Tuhan itu mati.
Dan serahkan dirimu (tawakkal) kepada Yang Hidup Dzat Yang tidak mati, [QS. Al-Furqan (25): 58]
 anak mempunyai hidup dalam dirinya. [Yoh. 5:26]Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam Diri-Nya, demikian juga

KESEBELAS, Tuhan itu Mahamendengar dan Tuhan itu Mendengarkan. Dia mendengar dan mengabulkan doa yang ditujukan kepadaNya. Adapun mengenai pengabulan doa, adakalanya Allah kabulkan seperti apa yang kita kehendaki, adakalanya Allah kabulkan seperti apa yang Allah kehendaki, dan itu baik bagi si pendoa, dan adakalanya Allah tangguhkan doanya itu dan diganti dengan yang lebih baik di akhirat kelak. Jadi doa itu bukanlah untuk meminta apa yang kita kehendaki. Tetapi untuk menyampaikan keinginan kita. Dan Allah menyukai hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya. Dengan kesukaan-Nya itu, maka Allah berikan yang terbaik bagi si hamba. Jika apa yang dikehendaki si hamba itu memang baik, maka Allah kabulkanlah seperti yang dikehendaki. Jika yang dikehendaki si hamba itu berakibat buruk, atau kurang baik, maka Allah berikan yang lebih baik dari apa yang dikehendaki si hamba.

Dan jika dikabulkan di dunia ini seperti yang diinginkan si hamba itu buruk, maka Allah menangguhkannya dan menggantinya dengan yang lebih baik, yaitu dengan ampunan dan kasih-sayang-Nya di akhirat kelak. Tetapi ada kalanya, seseorang itu berdoa, dan itu dapat berakibat buruk baginya, lalu Allah mengabulkannya sehingga ia semakin jauh dari Allah. Maka yang demikian itu adalah istidraj. Allah membiarkan dia terlena dalam keni�matan, sehingga di hari kiamat, Allah dapat menyiksanya dengan siksa yang pedih diakibatkan kekufurannya.

Dan  Allah Mahamendengar lagi Mahamengetahui [QS. Al-Baqarah (2): 256]
Yesus berdoa: �Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.� [Mat. 26:39]
Bahkan Yesus berdoa semalaman dengan penuh kesungguhan agar diselamatkan dari penyaliban. Dan dia menyerahkan kepada Allah, apa yang terbaik baginya. Sebab Allah Mahamengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya yang Dia sayangi. Dari sini, apakah Anda mau berkata bahwa Yesus bersedia disalib? Tidak, Yesus tidak bersedia disalib. Tidak ada yang namanya �penyelamatan melalui penyaliban Yesus�. Yesus diutus bukan untuk disalib, tetapi untuk menyelamatkan Israel dari kebinasaan dengan mengajarkan aqidah dan cara hidup (syariat) yang diridhoi Tuhan. Penyaliban Yesus bukanlah perintah Tuhan. Jika itu perintah Tuhan, mengapa Yesus enggan disalib. Sedangkan Abraham dan anaknya pun bersedia menjalankan perintah Tuhan. Penyaliban Yesus itu adalah buah kedengkian imam-imam Yahudi. Supaya tidak dipersalahkan, mereka buatlah doktrin yang aneh ini melalui mulut Paulus yang penuh dengan dusta.


KEDUABELAS, Tuhan itu Mahamelihat dan Dia Melihat. Tidak mungkin Tuhan tidak dapat melihat dan tidak mungkin Tuhan tidak melihat. Allah melihat setiap kejadian yang ada di dunia ini.
Dan Allah Mahamelihat apa yang kamu perbuat. [QS. Al-Hujurat (49) : 18]

KETIGABELAS, Tuhan itu Mahaberkalam dan Dia Berkalam. Mustahil Allah bisu dan tidak berfirman. Tanpa Kalam Tuhan, mustahil alam ini menjadi ada. Alam ini menjadi ada karena Tuhan berfirman, �Kun�, jadilah.

Dan berkata Allah Ta�ala kepada Musa dengan sebenar-benarnya Berkata. [An Nisa` (4) : 164]
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.  [QS. Al-Mu`min (40): 68]
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: �Jadilah!� maka terjadilah ia. [QS. Ya Sin (36): 82]

Oleh Firman Tuhan langit dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentara-Nya. [Mazmur 33:6]
Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi, Dia memberi perintah, maka semuanya ada. [Mazmur 33:9]
Berfirmanlah Allah: �Jadilah ....� [Kej. 1:3,6,9,11,14,20,24,26]

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...