يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

QS At -Taubah : 032

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai

Minggu, 14 Agustus 2011

Efek Puasa Terhadap Otak Manusia


Medan, Tribun News. Ada anggapan berpuasa membuat orang lemas hingga orang berpuasa akan semakin malas berpikir atau dengan kata lain membuat orang semakin bodoh. Namun ternyata fakta itu tidak benar.
Menurut Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, Prof Ahmad Fadil berpuasa sebenarnya membuat seseorang semakin cerdas. Hal itu diungkapkannya saat memberikan tausiyah pada acara buka puasa bersama di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan belum lama ini.
Menurut Ahmad Fadil, berdasarkan hasil penelitian, orang lapar orang lebih cerdas dibanding orang yang tidak lapar. "Itu mengapa orang yang tinggal di negerinya sendiri tidak lebih sukses dibanding yang merantau," ujarnya.
Bagi perantau tantangan hidupnya lebih besar. Pada saat banyak tantangannya, otak akan bekerja lebih keras dan akan menjadi lebih cerdas. "Sehingga salah kalau berpendapat kalau puasa makin bodoh, sebenarnya kenyanglah yang membuat orang jadi bodoh, karena cenderung malas," ungkapnya.
Ia pun mengajak para jamaah buka puasa bersama untuk lebih memaksimalkan akalnya pada saat berpuasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serta berharap puasa yang hanya tersisa dua puluh hari lagi tidak disia-siakan

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Beban Sejarah Membuat Mualaf Yunani Harus Sembunyikan Agama Barunya

Beban Sejarah Membuat Mualaf Yunani Harus Sembunyikan Agama Barunya                                                              REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA - Yunani punya hubungan yang tak mengenakkan dengan Turki di masa lalu. Imbasnya, segala hal yang berbau Turki membuat publik Yunani alergi, termasuk agama Islam.

Bahkan, seperti dikatakan Tina Stylianidou, yang setelah menjadi Muslim memutuskan pindah ke negara lain, sejak kanak-kanak, rasa benci itu sudah ditanamkan. "Tak hanya benci Turki, mereka juga diajarkan benci Islam," katanya.

Yunani - yang diduduki oleh Turki selama lebih 400 tahun - mengajarkan padanya untuk percaya bahwa untuk setiap kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang Yunani, Islam yang bertanggung jawab. Bahwa Turki adalah Muslim dan kejahatan mereka mencerminkan keyakinan agama mereka. "Jadi selama ratusan tahun kami diajarkan dalam sejarah kami dan buku-buku agama untuk membenci dan mengolok-olok Islam," tambahnya.

Di sekolah, ia mendapat pelajaran bahwa Islam sebenarnya bukan agama dan Muhammad  adalah bukan seorang nabi. "Dia hanya seorang pemimpin yang sangat cerdas dan politisi yang mengumpulkan sejumlah aturan dan hukum dari orang-orang Yahudi dan Kristen, menambahkan beberapa ide sendiri dan menaklukkan dunia." Hampir di semua jenjang, pelajaran tak resmi yang diberikan adalah: membenci Islam.

Dalam situs komunitas online global Muslim Yunani, sebagian besar mualaf Yunani membuat keputusan sadar memeluk Islam di luar negeri. Hanya segelintir yang berislam di negerinya. Itupun dengan catatan, mereka menyembunyikan keyakinan barunya dari keluarga mereka di tanah air asalnya.

"Ini adalah jalan, pengalaman sulit untuk mengubah agama Anda menjadi Muslim di sini," ujar pria yang minta hanya ditulis sebagai profesor "K", pakar Filsafat Perbandingan di Universitas Athena.

Di Yunani, katanya, ada tradisi mengelu-elukan Muslim yang murtad namun tidak sebaliknya, pada mualaf. Banyak Muslim setiap tahun dibaptis menjadi Kristen Ortodoks di gereja-gereja mereka, sebagian karena alasan pernikahan.

Sebaliknya, mualaf akan dihujat oleh komunitasnya, bahkan tak jarang diusir dari lingkungannya dan keluarganya dikucilkan.

Maka tak ada pilihan, mualaf asal Yunani memilih untuk menyembunyikan keislamannya, demi menjaga keluarga besarnya. Atau seperti pilihan yang diambil Tina Stylianidou dan mualaf lain; mencoba peruntungan baru dengan berpindah ke luar negeri.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
 
Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Hindari Minuman Dingin Saat Berbuka


Kalbar, Tribun News. Setelah seharian berpuasa memang paling enak minum air es yang terasa segar di mulut. Namun tahukah Anda kebiasaan minum minuman dingin saat berbuka puasa adalah kebiasaan yang tidak sehat.
"Biasanya saat berbuka umat muslim langsung menghilangkan dahaga dengan air es. Saya sarankan sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan karena dapat menyebabkan konstraksi pada lambung," jelas Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat, dr Nursyam, M.Kes di Sungai Raya, belum lama ini.
Dr Nursyam menyarankan saat berbuka puasa ada baiknya dibuka dengan meminum air manis hangat untuk menstabilkan lambung yang kosong selama menjalankan puasa.
"Setelah lima sampai sepuluh menit, silakan minum air es karena kondisi perut sudah stabil. Namun alangkah baiknya jika diisi dulu dengan makanan yang manis seperti kurma dan kolak," tuturnya.
Nursyam menjelaskan selama 14 jam lambung dalam keadaan kosong. Jika langsung diisi dengan air dingin, maka lambung akan terkejut dan menyebabkan konstraksi.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya itu menambahkan, dalam menjalankan puasa pada saat akan tidur malam dan saat sahur ada baiknya memperbanyak minum air putih sampai dua liter.
Lalu memperbanyak makan sayur dan buah berserat juga bisa menjaga daya tahan tubuh serta mengurangi lapar. Selain itu, makanan berserat juga bisa menahan daya tampung air di dalam lambung.

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Kisah Sulaiman, Atheis yang Menemukan Islam Lewat Ramadhan


Kisah Sulaiman, Atheis yang Menemukan Islam Lewat Ramadhan                            REPUBLIKA.CO.ID,REPUBLIKA.CO.ID, Ketika Sulaiman, pertama kali datang ke Bahrain, ia mengharapkan bisa menemui adat-istiadat Timur Tengah. Ternyata harapannya sulit terwujud.

Sebalinya, Sulaiman menemui dirinya dikelilingi orang asing dari berbagai macam kebangsaan dan keyakinan. Mereka di sana untuk bekerja, untuk mencapai cita-cita masing-masing. "Itu bukan yang saya harapkan, bukan budaya yang ingin saya jumpai," ujarnya.

Jadi, untuk beberapa waktu, Islam tertutupi dari orang-orang yang datang ke Teluk. Bagi Sulaiman, dalam beberapa waktu hidupnya ia tidak menemukan apa pun tentang Islam.

"Saya mendengar Adhzan dan saya pikir ini sangat indah," ungkapnya. Sulaiman sempat bertanya apa makna kata-kata tersebut. Orang-orang pun memberitahunya. Namun sejauh itu, semua hanya informasi. "Yang terasa bagi saya sekedar turisme," tuturnya.

Ramadan di Turki


Sepuluh tahun lalu setelah ia bepergian ke Bahrain menuju Shorjah, lalu Irak, akhirnya ia sampai di Turki, di mana ia menemukan sesuatu yang berbeda. "Itu bukan berarti Islam terlihat lebih baik dan lebih agung di Turki, tidak sama sekali. Faktanya, secara menyedihkan Islam di Turki di tekan di banyak aspek," ungkapnya.

Saat berada di negara itu, Sulaiman menemukan banyak hal luar biasa, salah satunya arsitektur Islam dari periode Ottoman yang ia anggap sangat indah. "Tak butuh waktu lama hingga saya bisa mengenal orang-orang di Turki dengan baik," tuturnya.

Lalu tibalah Ramadhan, sesuatu yang ia saksikan berulang kali di Teluk dan lewat begitu saja, tak ada yang berkesan. Tapi di Turki Sulaiman merasakan hal berbeda. "Saya merasakan sesuatu yang lin. Segera saya sadari bahwa mereka yang berpuasa saat Ramadhan adalah orang-orang yang saya kenal dan saya sukai.

Saat itu ia melihat ada hubungan gamblang antara orang-orang terbaik dengan orang yang berpuasa. Ini menunjukkan pada saya sebagian dari Muslim terbaik dan saya pun tertarik dengan mereka.

Sulaiman tak sekedar tertarik ikut dengan aktivitas mereka. ia pun mulai berpuasa saat Ramadhan meski saat itu ia bukanlah Muslim. "Sungguh membahagiakan di banyak hal, memang sangat menantang di sisi lain, namun sangat menyenangkan," tuturnya.

Sulaiman mengaku menikmati puasa. "Terutama di saat menunggu Adhzan Maghrib dan ketika menunggu dengan diam dan tenang bersama orang-orang lain yang berpuasa sepanjang hari," akunya.

Mereka, meski berpuasa tetap bekerja karena seperti negara bermayoritas Muslim lain, di Turki pun aktivitas publik dan pekerjaan jalan terus. Kenyataan itu memikat Sulaiman, orang-orang berpuasa sepenuhnya dari awal hari hingga senja dan tetap bekerja sepanjang hari.

"Saya juga melakukan itu dan sangat sulit, namun alhamdulillah saya berhasil," ungkapnya. Ia pun terkesan dan merasa melakukan prestasi besar. "Pengalaman itu menginspirasi saya untuk lebih banyak mengkaji Islam," ujarnya.

Membaca Al Quran


Pertama kali membaca ayat-ayat dalam kitab suci Islam, Sulaiman mengaku terpukau. "Karena saya tidak menemukan sesuatu yang asing dalam buku ini," tuturnya.

Ia mendapat terjemahan Al Quran pertamanya saat mulai dekat dengan komunitas Muslim. Kitab suci yang ia terima adalah versi terjemahan Yusuf Ali sehingga ia mampu membaca arti dalam Bahasa Inggris dan memahami maknanya.

Pertama kali membaca ayat-ayat dalam kitab suci Islam, Sulaiman mengaku terpukau. "Karena saya tidak menemukan sesuatu yang asing dalam buku ini," tuturnya

Rupanya ia berpikir kitab itu akan dipenuhi oleh hal-hal berbau mistisisme ketimuran. "Mungkin seperti hal-hal yang orang Barat bisa imajinasikan. Tapi tidak, faktanya saya menyimpulkan isinya jauh berbeda dengan Injil," ujarnya.

Sulaiman mengaku tak pernah bisa memahami Injil. "Injil bagi saya, memiliki banyak kontradiksi, cerita-cerita ganjil yang sepertinya tidak mengadaptasi atau mengantarkan pesan-pesan Kristus," ujarnya. Ia melihat pesan-pesan Yesus tak tercermin di Injil kecuali di beberapa bagian.

Ia pun mengkaji kontradiksi itu lebih dekat dan akhirnya memahami alasannya. "Namun itu bukan lagi hal penting, yang terpenting Al Quran-lah yang sepenuhnya masuk akal,"

Selain membaca Al Qur'an, Sulaiman juga membaca biografi Rasul, kisah kehidupan Nabi Muhammad yan ternyata sungguh menginspirasinya. "Ini sangat menarik karena pria ini adalah pria besar dalam sejarah dan itu fakta. Sesuatu yang bisa saya hubungkan dengan ketertarikan Barat terhadap logika," ujarnya.

Sulaiman terus mengikuti kata hatinya yang kian cenderung pada Islam. "Namun masih belum ada orang yang melakukan dakwa serius kepada saya, tak seorangpun mencoba meyakinkan saya bahwa saya harus berganti jalan menuju jalan lain," ujarnya.

Padahal saat itu keterlibatan Sulaiman dengan kegiatan Islam di komunitas Muslim sudah terlihat. "Jadi saya bisa menyebut diri 'pelajar Islam yang abstrak'. "Saya sebenarnya saat itu bisa saja mengambil studi kajian tentang Islam. Namun itu tak ada nilainya bila anda tak berniat melakukan sesuatu dengan itu, dan sayangnya saya tidak," tutur Sulaiman.

Kembali ke Dubai

Setelah saya kembali dari Turki ke Dubai, oleh Allah Sulaiman ditakdirkan untuk bekerja dengan orang istimewa. "Orang ini yang dulu adalah bos saya kini menjadi sahabat terbaik saya," ujarnya.

"Malam seusai kerja kami akan berdiskusi sambil makan malam. Mungkin juga ketika saat di kantor. Ia akan membantu saya mempelajari hal-hal yang benar dan mengajak saya bertemu orang-orang yang tepat. Ia juga mencoba menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan saya sebaik yang ia bisa," tutur Sulaiman.

Namun, si kawan masih bisa melihat semua keberatan Sulaiman terutama berkaitan dengan logial. "Semua pertanyaan tentang adat dan praktek-praktek ibadah, semua ini keluar dari bawaan sekuler," ungkapnya. Sulaimen mengaku tak pernah benar-benar menjadi seorang Kristen. "Saya hanyalah orang yang agnostik (percaya tuhan tapi tidak percaya agama).

Semua telah digariskan. Setahun kemudian beberapa pria datang padannya, Muslim Eropa. Mereka pengusaha yang tengah memulai proyek besar. Mereka ingin mengenalkan dinar emas Islam sebagai mata uang Muslim. Hingga kini, itu adalah keinginan dan tujuan besar.

Si bos berbicara kepada Sulaiman, "Hei kamu orang keuangan, bagaimana menurutmu tentang ini?" Orang-orang itu adalah Muslim Kaukasia Eropa yang mencoba mengusung aspek praktis tentang islam. Gagasannya, anda tak bisa membayar zakat kecuali dengan dinar emas. Meski ada lima rukun Islam tapi anda mesti menemukan satu alat tepat.

Ia bertanya pada Sulaiman, "Bagaimana menurutmu tentang ide ini?". Sulaiman saat itu telah belajar tentang Islam dan mengetahui maksud rukun tersebut.

Ia menjawab, "Omong kosong, itu tak bisa dilakukan, tak ada yang bisa menguasai sistem keuangan internasional dan itu akan gagal."

Si bos balik menjawab, "Baiklah, mengapa kamu tak kemari dan mengatakan kepada mereka tentang itu."

Sulaiman saat itu dalam mood yang jelek dan sekedar berkata, "Ya tentu, saya akan katakan pada mereka."

Ia diajak sang bos pergi dan bertemu para Muslim Eropa dengan gagasan tadi.

Muslim Eropa dan Syahadatku

Ternyata mereka tak hanya menjawab pertanyaan Sulaiman dari sudut pandang agama, namun mereka juga menjawab dari sudut panjang logika dan ilmiah.

Mereka berkebangsaan Spanyol dan Jerman dan berbahasa Inggris dengan baik. Mereka sangat berpendidikan, bijak dan pengkaji Islam yang beralih menjadi Muslim sekitar 10 atau 20 tahun sebelumnya. Pengetahuan mereka tentang Islam, menurut Sulaiman, sangat besar. "Hingga kini mereka masih melakukan dakwah di penjuru dunia," tuturnya.

Mereka pun berdiskusi. "Kami pergi ke restoran untuk berbincang dan berbincang."

Saat itu Rabu malah di tengah pekan tepat pukul 1.00 dini hari. Mereka berkata pada Sulaiman. "Jadi apakah kamu masih memiliki pertanyaan lagi?"

"Tidak...saya tak punya, saya sudah kehabisan pertanyaan," balas Sulaiman. Merka balik merespon "Kini apa, apakah anda akan menerima Islam?"

"Apa yang bisa saya katakan, saat itu saya hanya bisa menjawab 'Ya'," kata Sulaiman menuturkan situasi malam itu.

Mereka pun mengundang Sulaiman datang ke rumah pada Jumat berikut, dua hari lagi. Saat tiba di sana, rumah dalam kondisi dipersiapkan sangat baik. "Mereka memberi saya pelajaran dan anjuran terakhir, hal-hal yang perlu saya ketahui tentang shalat, wudhu, dan kami pun pergi ke Masjid Jumairah di mana saya mengucapkan syahadat," kenang Sulaiman

Pengalaman berharga yang saat itu ia terima, segera saja ia memiliki ribuan saudara. Mereka memeluk Sulaiman dan bahagia. "Saya tak pernah melihat begitu banyak wajah bahagia, tidak, tak saat di pesta ulang tahun saya, tidak saat perkumpulan Kristen juga dalam pertemuan lain, Di sini banyak orang bahagia dan mereka semua bahagia untuk saya,"

Kini video penuturan Sulaiman bisa diakses di YouTube. Dalam cuplikan itu, Sulaiman berkata, "Kepada mereka yang lahir sebagai Muslim, alhamdulillah anda benar-benar diberkati dan saya hanya berharap anda selalu menghargai dan memperlakukan pemberian itu sebagai hadiah lahir yang sangat besar, yang indah luar biasa.

Bila anda adalah orang yang beralih menjadi Muslim seperti saya, maka selamat pula, alhamdulillah dan selalu bersyukurlah. Saya yakin apa pun kisah anda, apakah itu penemuan tiba-tiba atau penuh dengan argumen menyiksa seperti jalan saya, itu adalah kisah indah dan saya harap telah menuntun anda ke jalan benar.

Bila anda bukan seorang Muslim, lalu saya harus berbagi kepada anda. Lihatlah saya sekarang, hanya seorang pria tua jelek, tapi saya bahagia, lebih bahagia dari sebelumnya dan lebih puas dan lapang ketimbang saya yang pernah ada. Semua keraguan dan ketakutan, semua keinginan dan kerinduan untuk material bodoh, yang fana, tak peduli apa yang saya kumpulkan setelah 70, 80 atau 90 tahun--bila saya beruntung bisa hidup selama itu--akan saya berikan. Saya akan menukarkan itu untuk sesuatu yang abadi.

Saya tidak akan menggurui anda bila anda tak mau mendengar, maka tak anda tak harus mendengar. Hanya, lihatlah apa yang ada di wajah saya. Saya bahagia dan anda dapat bahagia pula, ini sesuatu yang anda perlu pertimbangkan, semoga anda mempertimbangkan


Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron

Selengkapnya...

Ramadan Bawa Makna Istimewa bagi Muslim Amerika Berkulit Hitam



AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Jutaan warga Muslim di seluruh dunia berpuasa dengan tujuan memurnikan jiwa mereka. Tapi, bagi lebih dari setengah juta warga Muslim keturunan Afrika, yang banyak di antaranya adalah keturunan budak, Ramadan memiliki makna khusus sebagai sebuah penghubung antara pengalaman mereka sebagai warga Amerika keturunan Afrika dan tradisi kebebasan spiritual dalam Islam.
Lebih dari 500 warga Muslim Amerika keturunan Afrika beribadah di Masjid Muhammad di Washington, rumah tertua bagi komunitas Muslim Afrika-Amerika di AS. Talib Shareef, seorang pensiunan Angkatan Udara Amerika Serikat, adalah imam baru di Masjid Muhammad. Ia mengatakan bahwa pengalaman Muslim berkulit hitam di AS berbeda dari kebanyakan Muslim yang lain.
“Hampir semua warga Afrika-Amerika di Amerika berasal dari kaum gerejani,” kata Shareed. “Dengan demikian, sebagian besar anggota keluarga kami tidak paham tentang Islam. Kami harus menjelaskan tentang banyak hal. Kami harus banyak bercerita mengenai kehidupan kami dengan siapapun di sekitar kami, karena masih minoritas."
Jocelyn Cole, 24, tumbuh dalam tradisi agama Kristen dan Islam. Ibunya adalah penganut agama Kristen Adven Hari Ketujuh, sementara ayahnya berpindah ke agama Islam sebelum dia lahir.
“Kapanpun saya bersama ayah saya selama bulan Ramadan, saya selalu teringat waktu kecil saya pergi ke pasar untuk mencari kurma untuk berbuka puasa. Jadi, meskipun saya tidak mengerti atau tidak berpuasa penuh sepanjang hari, saya hanya ingat makan kurma bersama ayah saya saat matahari terbenam,” kenang Cole.
Jemaah wanita Masjid Muhammad saling menyapa di ruang khusus wanita masjid ini.
Jemaah wanita Masjid Muhammad saling menyapa di ruang khusus wanita masjid ini.
..ada keterkaitan kuat antara sejarah Afrika-Amerika yang berjuang untuk kebebasan dan persamaan hak sejak berakhirnya perbudakan tahun 1860, dan tradisi Islam dalam mencari kebebasan spiritual..
Sementara para jemaah wanita saling menyapa di dalam ruang mereka, para petugas dapur menyajikan makanan pembuka puasa berupa ayam dengan nasi dan kacang panggang.

Bagi Ibrahim Mumin, cicit dari seorang budak, Ramadan adalah kesempatan penting untuk berbagi keimanannya dengan non-muslim. Tapi, Mumin mengatakan bahwa setelah peristiwa 11 September. banyak warga Amerika takut dengan warga Muslim karena mereka tidak paham tentang Islam.
“Saya menghadiri sebuah resepsi dan mereka bertanya saya berasal dari mana karena banyak orang Amerika memiliki persepsi bahwa semua Muslim berasal dari negara lain,” kata Mumin. “ Dan saya dari Amerika Serikat. Saya keluarkan paspor saya, yang tulisan yang tertera di atasnya sama seperti paspor anda bertuliskan 'Amerika Serikat.'"
Menurut Iman Shareef, ada keterkaitan kuat antara sejarah Afrika-Amerika yang berjuang untuk kebebasan dan persamaan hak sejak berakhirnya perbudakan tahun 1860, dan tradisi Islam dalam mencari kebebasan spiritual. Ramadan, katanya, adalah sebuah kesempatan untuk Muslim berkulit hitam di Amerika untuk mengingatnya.
“Anda tahu, kami keluar dari perbudakan,” jelas Shareef. “Jadi, itu merupakan perjalanan untuk menyaksikan kebebasan bagi kemanusiaan. Dan menjadi seorang Muslim melalui pengalaman tersebut menegaskan tiga kata, kebebasan, keadilan dan persamaan hak. Itulah yang kami inginkan. Setiap manusia juga menginginkan hal itu."

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Tina Stylianidou : Pernah Membuat Karikatur Mengolok-Olok Rasulullah, Tina Stylianidou Berislam Setelah Baca Shirah Nabi

Pernah Membuat Karikatur Mengolok-Olok Rasulullah, Tina Stylianidou Berislam Setelah Baca Shirah Nabi                                                                         REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA - Dulu, Keluarga Tina Stylianidou terkenal sebagai keluarga terpandang keturunan Yunani di Turki. Ketika pemerintah Turki memutuskan untuk menendang mayoritas warga negara Yunani keluar dari Turki dan menyita kekayaan mereka, keluarganya kembali ke Yunani dengan tangan kosong. Inilah yang melandasi keluarganya sangat antipati pada Islam.

Dari sisi keluarga ibunya, mereka tinggal di sebuah pulau di Yunani yang persis berbatasan dengan Turki. Selama perang,  Turki menduduki pulau dan membakar rumah-rumah mereka. Jadi mereka melarikan diri ke daratan Yunani untuk bertahan hidup. "Tak hanya benci Turki, mereka juga benci Islam," katanya.

Yunani - yang diduduki oleh Turki selama lebih 400 tahun - mengajarkan padanya untuk percaya bahwa untuk setiap kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang Yunani, Islam yang  bertanggung jawab. Bahwa Turki adalah Muslim dan kejahatan mereka mencerminkan keyakinan agama mereka. "Jadi selama ratusan tahun kami diajarkan dalam sejarah kami dan buku-buku agama untuk membenci dan mengolok-olok Islam," tambahnya.

Di sekolah, ia mendapat pelajaran bahwa  Islam sebenarnya bukan agama dan Muhammad  adalah bukan seorang nabi. "Dia hanya seorang pemimpin yang sangat cerdas dan politisi yang mengumpulkan sejumlah aturan dan hukum dari orang-orang Yahudi dan Kristen, menambahkan beberapa ide sendiri dan menaklukkan dunia."

Salah satu tugas dari sekolah, adalah membuat olok-olok tentang dia dan istrinya atau sahabatnya. Ia pun mengerjakan tugas itu dan menerjemahkannya menjadi sebuah karikatur yang diacungi jempol oleh guru-gurunya.  "Semua karikatur dan fitnah terhadap dirinya yang diterbitkan di media hari ini sebenarnya merupakan bagian dari kurikulum kami," katanya.

Tetapi, aku Tina, Allah melindunginya sehingga kebencian terhadap Islam, tidak masuk hatinya. Sebagai seorang remaja, dia suka  membaca dan  tidak benar-benar puas atau yakin dengan kekristenannya. "Saya memiliki kepercayaan pada Tuhan, rasa takut dan mencintai Dia, tetapi untuk hal-hal yang lain bingung. Saya mulai mencari-cari tapi saya tidak pernah mencari terhadap Islam, mungkin karena latar belakang saya menentangnya). Tapi pada akhirnya, Allah mengasihani jiwa saya dan menuntun saya dari kegelapan menuju cahaya kebenaran - Islam - tunduk hanya kepada Satu Allah."

Di tengah kebimbangan, ia dipertemukan dengan seorang pemuda yang telah lebih dulu memutuskan menjadi Muslim. Dari dialah, ia belajar Islam lebih dalam. termasuk, membaca secara lengkap Shirah nabawiyah, sejarah rasulullah Muhammad SAW. Belakangan, ia menerima pinangan pemuda itu dan bersyahadat.

"Menjadi seorang Muslim, saya  merahasiakannya dari keluarga dan teman-teman selama bertahun-tahun. Kami tinggal bersama suami saya di Yunani berusaha mempraktikkan Islam tapi itu sangat sulit - hampir mustahil," katanya.

Di kotanya, tidak ada masjid, tidak ada akses ke studi Islam, tidak ada orang berdoa, berpuasa, atau perempuan memakai jilbab (penutup kepala Islam). Yang ada hanya beberapa imigran Muslim yang datang ke Yunani hanya demi alasan ekonomi, dan tidak begitu peduli dengan kehidupan spiritualnya. "Bahkan, mereka lebih Barat ketimbang kami yang orang Barat," katanya.

Dia dan suaminya, harus shalat buru-buru, agar tak diketahui orang. Mereka menandai kalender dengan tanda-tanda tertentu, agar sesuai dengan kalender Hijriyah; terutama Ramadhan dan Dzulhijah.

"Ketika putri saya lahir, kami memutuskan untuk bermigrasi ke sebuah negara Muslim. Kami tidak ingin membesarkannya di lingkungan di mana dia akan berjuang untuk mempertahankan identitas Muslimnya, atau bahkan lebur bersama mereka," katanya.

Sekarang, empat tahun sudah mereka tinggal di Turki. "Saya kerap merasa sangat rindu rumah, dan bertanya-tanya apakah sudah waktunya untuk kembali ke Yunani, negara yang indah dimana saya dilahirkan dan mencoba menemukan cara untuk menggabungkan identitas indah dan budaya nenek moyang Yunani  serta identitas Islam saya. Tapi saya merasa bangga dan bersyukur kepada Allah bahwa saya dapat menjadi warga Yunani dan Muslim yang baik," katanya.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: © Muslim Association of Greece
 
Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
 
Selengkapnya...

Muslim AS Rasakan Kenikmatan Meski Berpuasa di Musim Panas

AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Bulan puasa membawa tantangan lebih bagi umat Islam di Amerika, hal itu dikarenakan Ramadan tahun ini jatuh di musim panas, sehingga matahari terbenam di atas jam delapan malam. Selain itu, suhu udara juga panas.
Ramadan juga membawa tantangan tersendiri bagi kaum Muslim di Amerika, yang berpuasa di tengah-tengah masyarakat yang kebanyakan tidak menjalankan puasa. Tapi, Ramadan lebih dari sekedar berpuasa dan disiplin. Ketika matahari terbenam, banyak Muslim Amerika berkumpul di mesjid-mesjid dan berbuka puasa bersama.
“Saya senang menghabiskan bulan Ramadan di masjid hanya untuk mendapatkan perasaan berkumpul ini,” kata Rimel Bagoury yang hijrah ke Amerika dari Mesir ketika berusia 16 tahun. Menurutnya, Ramadan di Mesir terasa sangat berbeda.
“Saya merasa setiap orang merayakan apa yang saya rayakan. Tetapi, di Amerika, hanya pergi ke tempat kerja, kuliah, atau ke sekolah, tidak setiap orang di sekeliling saya sama. Saya tidak merasakan hal yang sama seperti di Mesir,” ujarnya lebih lanjut.
..Ramadan juga membawa tantangan tersendiri bagi kaum Muslim di Amerika, yang berpuasa di tengah-tengah masyarakat yang kebanyakan tidak menjalankan puasa..
Berkumpul di masjid untuk berbuka puasa, menurut Bagoury, memperkental perasaan kekeluargaan dan silaturahmi seperti yang ia alami di Mesir.
Usman Madha, yang juga pernah tinggal di Arab Saudi selama Ramadan, lebih suka menjalankan ibadah bulan suci Ramadan di Amerika.
Ia mengatakan, “Di Arab Saudi, meskipun dikelilingi oleh orang sebangsa, kita merasa sendirian. Tetapi kalau di Amerika, ada sanak saudara dan teman-teman. Meskipun kita tidak berada di negara Muslim, kebersamaan dengan teman-teman dan keluarga serta kerabat terasa berbeda.”
Banyak Muslim Amerika mengatakan pengalaman membentuk hubungan yang lebih kuat dan lebih dekat kepada Tuhan membantu mereka mengatasi tantangan berpuasa secara fisik dan mental dalam bulan Ramadan. (by/voa)

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Kamis, 11 Agustus 2011

Charles Evers: Masuk Islam Setelah Jadi Korban Pelecehan Seks Pastur



DUBAI (voa-islam.com):  Skandal pedofil atau pelecehan seksual anak di bawah umur dalam tubuh gereja Katolik merusak kepercayaan panganut agama Katolik.
Charles Evers, seorang korban pelecehan yang dilakukan oleh pater Katolik, telah menjadi penganut agama Islam dan mengganti namanya menjadi Yusuf. "Katolik adalah kepercayaan yang mengerikan" tuturnya. Laporan Tijn Sadée en Robert Chesal.
Ke Mook
Dengan kegetiran yang sama, Yusuf Charles Evers, 59 tahun, mengikuti berita tentang skandal pelecehan seksual dalam tubuh gereja Katolik. "Apa yang telah terjadi sungguh mengerikan. Tapi saya sudah lama menyimpulkan agama Katolik itu gak beres." tuturnya.
Saat dia berusia dua belas tahun, Evers dikirim orang tuanya ke Gabriël College di Mook, Limburg. Sekarang dia tinggal di Dubai dan punya perusahaan sendiri yang menjual pakaian tradisional Islam. Pada tahun 1992 dia beralih menjadi penganut Islam dan mengganti namanya menjadi Yusuf. Untuk pertama kalinya dia berbicara tentang masa mudanya di Mook.
Korban
"Pater yang mengajar bahasa Latin, satu hari bertanya apa saya bisa membantunya membawakan beberapa buku. Saya harus membawanya ke gudang. Saat saya masuk, pater itu menutup pintu. Aneh. Saya tidak tahu sama sekali mengenai seks. Lalu dia bilang:"Ayo, ayo" dan dia memegang tangan saya dan meletakkan tangan saya diatas alat kelaminnya. Saya merasa ada sesuatu yang basah kental di tangan saya dan saya merasa jijik. Saat saya keluar dari gudang, beberapa anak berdiri di luar dan menertawakan saya. Mereka berkata:"Sekarang kamu korbannya."
Kesaksian Yusuf Evers dipandang unik dalam debat mengenai pemimpin agama pedofil, yang hingga saat ini tidak dicampuri kelangan muslim.
Pertanyaan Rasa Bersalah
"Jangan menipu diri" kata profesor Sami Zemni, pakar politik Islam Universitas Gent. "Jika kelompok rohaniawan menyebabkan skandal, maka institut gereja akan jatuh, tapi kekristenan tetap aman. Sebaliknya: jika seorang muslim melakukan hal yang salah, dan para fobia islam berseru Islam itu salah secara keseluruhan dan Al-Quran harus dibakar."
Zemni tidak sependapat bahwa skandal pedofil akan mengubah gambaran bahwa agama islam itu kejam dan agama kristen itu beradab. "Saya pikir debat ini akan berakhir dengan pertanyaan rasa bersalah. Gereja akan menangani masalah dan menutupi tuduhan, seperti yang selama ini selalu dilakukan."
Setan
"Memang apa yang terjadi di gereja katolik sangat memprihatinkan, tapi kita tidak mau dikait-kaitkan" demikian argumen seorang imam terkenal asal Belgia yang menolak memberi pendapat untuk penulisan artikel ini. Juga beberapa pemuda pemudi pemeluk agama Islam, yang dulunya dididik sebagai Katolik tapi menjadi Islam, menolak memberi komentar.  
Membakar Sekolah
Puluhan tahun setelah emigrasinya ke Dubai, Yusuf Evers mengunjungi keluarganya di Belanda, dan melewati gedung sekolah lamanya di Mook. "Saya sudah sering bermimpi membakar gedung ini. Tapi saat ini gedungnya sudah dirubuhkan. Hanya gedung depannya masih berdiri. Saya ingin sekali merusaknya dengan tangan saya sendiri."
Dia tidak pernah bercerita pada orang tuanya mengenai pelecehan seksual yang dia alami. "Mereka pasti juga tidak ingin mendengarnya."
Jadi dia sendirian menghadapi traumanya. "Saya masih dengan jelas bisa mengingat bahwa saya harus melaporkan kejadian itu pada pemimpin pater. Saya masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu dan terkejut dengan apa yang saya lihat: pemimpin pater itu sedang duduk di atas meja dengan kedua kaki terbuka lebar, dan seorang pater sedang memberikan oral seks kepadanya."
Pengalaman Yusuf membuat dia menjadi seorang mualaf. "Ya, tentu saja. Jika saya mengingat kembali Gabriël College seluruh tubuh saya merinding. Itu adalah sebuah kepercayaan yang mengerikan." (za/RNW)

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron

Selengkapnya...

Ketakutan Terhadap Islam Embrio Lahirnya Sentimen atas Warga Muslim Prancis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Tragedi 11 September turut mempengaruhi perspektif masyarakat Prancis terhadap keberadaan komunitas Muslim negara itu. Perspektif yang cenderung negatif itu sejatinya telah muncul bahkan jauh sebelum tragedi berlangsung. Seperti halnya negara Eropa lain seperti Jerman misalnya, Perancis banyak didatangi imigran asal negeri Muslim. Persoalan ekonomi segera memunculkan rasa takut terhadap orang asing. Ketakutan itu segera melahirkan embrio lahirnya sentimen terhadap komunitas Muslim Perancis.

Sentimen tersebut semakin menguat saat tragedi 11 September berlangsung. Di samping itu, kondisi politik dalam negeri Perancis yang didominasi kelompok kanan garis keras menambah carut marut persepktif warga Perancis. Komunitas Muslim negara itu segera menjadi kambing hitam kekalutan yang dialami sebagian masyarakat Perancis. Aturan bernada bernada diskriminasi pun bermunculan. Salah satu yang sangat memberatkan komunitas Muslim Perancis adalah aturan untuk tidak mengenakan simbol-simbol agama.

Namun, bagi Pakar Sejarah Kontemporer sekaligus peneliti agama Universitas Strasbrough, Oissila Saaida, ketakutan terhadap islam atau Islamophobia hanya dirasakan sedikit masyarakat Perancis. Menurut dia, ketakutan yang luar biasa terhadap Islam dari masyarakat Perancis berkaitan erat dengan siklus, monumental dan kebijakan politik dalam negeri.

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron
Selengkapnya...

Kamilia Shehata : Masuk Islam, Istri Pendeta Koptik Mesir Disekap di Biara



KAIRO (voa-islam.com): Puluhan Muslim Mesir melakukan protes pada hari Selasa pada saat dilangsungkan sidang di pengadilan dengan kasus istri seorang pendeta yang telah masuk Islam namun sekarang sedang disekap oleh Gereja Kristen Koptik.

Saksi mata mengatakan aksi protes tersebut ditujukan kepada Dewan Negara untuk menuntut pembebasan istri pendeta bernama Kamilia Shehata. Gugatan kepada pengadilan menyebutkan bahwa gereja telah menculik Shehata setelah dia masuk Islam.

Para pengunjuk rasa memegang spanduk bertuliskan "Perdana menteri, mana Kamilia?"

Sumber Yudisial mengatakan pengadilan memutuskan untuk menunda gugatan tersebut sampai 19 April sambil menunggu dokumen pendukung.

Kamilia Shehata telah menghilang selama lima hari di bulan Juli di Governorat Minya. Para aktifis Koptik malah mengadakan serangkaian protes di Mesir dan menuduh umat Muslim telah melakukan penculikan dan memaksanya untuk masuk Islam.

Sementara itu, Shehata ditemukan di rumah temannya. Kemudian terungkap bahwa ia rela meninggalkan rumahnya sendiri setelah terjadi konflik dengan suaminya yang pendeta. Gereja Koptik membantah bahwa Shehata telah masuk Islam.

Namun, pernyataan dari Gereja gagal mengakhiri protes yang telah dilakukan di sejumlah masjid-masjid, yang menyerukan pembebasan Shehata dan menyatakan gereja telah menyekap wanita tersebut di sebuah biara. [Za/almasryalyoum]

Untuk keperluan Dakwah Islam dan
Penyebarluasan ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah
Salurkan Bantuan Donasi, Infaq dan Shadaqah ikhwatu iman  
Costa Rika Muallaf Comunity,
Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose
# 5106-272-878 (costa rika) melalui rekening :

BANK CENTRAL ASIA [B.C.A]
KCP KREKOT
NO REK : 752-011-3082 a/n Rochmat*

*Rekening milik saudara kami yang berada di Indonesia
Atas dukungan, sumbangan dan bantuan Anda
kami ucapkan ribuan terima kasih,
INSYA ALLOH amanah menyalurkan kepada yang berhak,
Hanya ALLOH SWT yang dapat membalas segala amal ibadah
dan ketulusan hati saudara sekalian.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Jazaakumullahu khoiron

Selengkapnya...